Viral! Video Panglima Perintahkan Piting Pendemo Rempang, Mabes TNI Buka Suara

Yudo mengucapkan kalimat "dari masyarakatnya itu satu orang miting satu itu kan, umpamanya masyarakat seribu, ya kita keluarkan seribu, satu miting satu kan selesai," kata Yudo.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Foto Antara

Jakarta, EDITOR.ID,- Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan pernyataan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono soal kericuhan di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. Video pernyataan Yudo beredar viral di media sosial twitter.

Dalam potongan video, terlihat Yudo mengatakan Yudo menyebut bahwa aksi unjuk rasa tersebut adalah tindakan anarkis. Ia pun tak bisa menutupi rasa emosinya. Pernyataan yang membuat geger justru ketika Yudo mengucapkan kalimat “dari masyarakatnya itu satu orang miting satu itu kan, umpamanya masyarakat seribu, ya kita keluarkan seribu, satu miting satu kan selesai,” kata Yudo.

Dalam video tersebut terlihat tulisan seperti judul sebuah media online dengan tulisan ‘Perintah Tegas Panglima TNI Soal Rempang: Siap Kirimkan Pasukan!’. Video ini viral dan langsung menuai reaksi dari netizen.

Sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com video lengkap pernyataan Yudo itu sempat diunggah di akun Puspen TNI pada Selasa (12/9/2023). Belakangan, video telah diprivate.

Secara umum, Yudo awalnya dalam video itu menyampaikan poin-poin soal netralitas TNI kepada jajarannya. Dalam satu momen, dibuka sesi tanya jawab.

Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen Mochammad Hasan sempat menyampaikan kebutuhan pihaknya soal peralatan untuk menangani huru-hara. Hasan juga menyinggung soal peristiwa demonstrasi di depan Kantor BP Batam beberapa waktu lalu.

“Awalnya mereka sudah membatalkan untuk demonstrasi, mereka jadi melaksanakan demonstrasi karena sudah berkumpul, tapi pemimpin-pemimpinnya itu mereka sudah menyampaikan mereka tidak, jadi tidak ada yang bertanggung jawab dan kemarin yang ditahan ini kurang lebih sekitar 40 orang lebih,” kata Hasan.

Ia mengatakan bersama Kepolisian dan BIN, aparat berusaha menjaga situasi kondusif

“Kami menangani di sana bersama Kepolisian, BIN, itu kami lebih mengutamakan agar situasi tetap kondusif, dan kami mohon bantuan PHH (Penanggulangan Huru Hara) diberikan kepada kami,” kata Hasan.

Yudo merespons pernyataan Hasan. Ia mengatakan untuk penanganan demo, prajurit diperintahkan untuk menahan diri.

Namun, menurut Yudo, yang terjadi saat itu di Batam adalah aksi anarkis yang mengarah kepada pidana lantaran massa melempar batu kepada aparat.

“Untuk demo, saya perintahkan untuk menahan diri, tapi kalau saya lihat kemarin demonya seperti itu, itu udah bukan demo lagi, itu udah anarkis.

Orang udah diam, diambilkan watu (batu) terus dithutuk, ini kan orang kayak lagi bunuh hewan, pakai batu gede dilemparkan,” kata Panglima TNI Yudo Margono seperti yang dikutip dari media sosial twitter milik Rizal Ramli, Jumat (15/9/2023).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: