Survei SMRC: Anies-Cak Imin Belum Mampu Kejar Ganjar dan Prabowo

Ini merujuk pada hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Kamis (14/9/2023). Hasil survei mengungkap pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki elektabilitas yang paling rendah sebagai kandidat capres-cawapres meski telah resmi dideklarasikan.

Anies Baswedan, Surya Paloh dan Muhaimin Iskandar Foto Instagram @Anies Baswedan

Jakarta, EDITOR.ID,- Bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke koalisi Perubahan dan tampilnya sosok Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Anies Baswedan, masih belum mampu mendongkrak elektabilitas mereka mengejar posisi Bacapres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Ini merujuk pada hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Kamis (14/9/2023). Hasil survei mengungkap pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki elektabilitas yang paling rendah sebagai kandidat capres-cawapres meski telah resmi dideklarasikan.

Bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, mendapat dukungan publik sebesar 16,5 persen.

Dalam survei kali ini SMRC membuat simulasi tiga pasangan capres dan cawapres. Koalisi Partai NasDem, PKS dan PKB mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Bacapres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo disimulasikan berpasangan dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sementara, bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto disimulasikan berpasangan dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Mengutip situs SaifulMujani.com, Hasilnya, elektabilitas Ganjar-Ridwan Kamil tertinggi dengan 35,4 persen. Sedangkan Prabowo-Erick mendulang dukungan 31,7 persen. Keduanya unggul dari Anies-Muhaimin. Anies-Cak Imin hanya 16,5 persen. Ada 16,4 persen belum menjawab.

“Ini reaksi publik beberapa hari setelah deklarasi Anies-Muhaimin. Harapan bahwa suara pasangan ini akan meningkat pascadeklarasi belum terjadi. Kalau kita berpikir positif, mungkin karena mesin politiknya belum panas dan pemilih butuh waktu untuk antri masuk ke kotak Anies-Muhaimin,” kata pendiri SMRC, Saiful Mujani, dikutip dari siaran pers.

Saiful mengatakan perolehan suara Anies-Imin mencerminkan kekuatan dua partai. antara lain, PKB dengan NasDem atau NasDem dengan PKS.

Oleh karena itu, angka dukungan sekitar 16 persen cenderung logis karena mencerminkan dua kekuatan politik.

Ini merupakan kali pertama SMRC memetakan dukungan terhadap Anies-Muhaimin. Oleh karenanya, tidak bisa dibandingkan apakah sentimen pemilih pada deklarasi Anies-Muhaimin cenderung positif atau negatif.

Namun, dalam survei individual di mana Anies berhadapan dengan Ganjar dan Prabowo, suara mantan Gubernur DKI Jakarta itu sekitar 20 persen.

Dia menekankan bahwa survei ini adalah simulasi untuk melihat bagaimana reaksi publik terhadap pasangan Anies-Muhaimin setelah dideklarasikan.

SMRC membuat skema Ganjar-Ridwan Kamil karena ada kabar mereka akan diduetkan. Begitu pula Prabowo-Erick Thohir. Akan tetapi, dua pasang itu memang belum resmi dideklarasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: