Sentilan Anies Soal Ia Capres Paling ‘Miskin’ Dinilai Pancing Donatur Pilpres 2024 untuk Segera Datang

Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengaku kalah jauh dibanding capres lain terkait sumber daya yang dimilikinya di Pilpres 2024 mendatang. Hal ini juga dipertegas elite Partai Nasdem Ahmad Ali.

Bakal Calon Presiden (Bacapres) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Anies Rasyid Baswedan disambut ribuan simpatisan dan relawannya di Lombok Timur saat menggelar silaturahmi di Lapangan Umum Gotong Royong Masbagik. Foto RRI

Jakarta, EDITOR.ID,- Ditengah semakin mengerucutnya nama Calon Presiden 2024 pada Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, salah satu kandidat capres Anies Baswedan mendadak melemparkan pernyataan bahwa ia merupakan salah satu calon yang tidak memiliki sumber daya apapun alias miskin.

Namun Anies tak menjelaskan secara detail apa yang dimaksud dirinya tak memiliki sumber daya. Apakah uang untuk biaya operasional kampanye ataukah akses. Karena jika dilihat Ganjar justru lebih kecil hartanya ketimbang Anies. Kecuali Prabowo Subianto. Ia merupakan salah satu capres paling tajir.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengaku kalah jauh dibanding capres lain terkait sumber daya yang dimilikinya di Pilpres 2024 mendatang. Hal ini juga dipertegas elite Partai Nasdem Ahmad Ali.

Pengamat politik Lucius Karus mengatakan pernyataan yang disampaikan oleh Anies Baswedan dan elite Partai Nasdem tersebut adalah bagian dari strategi untuk meraih simpati publik.

“Pernyataan-pernyataan politisi di masa sekarang ini lebih sebagai strategi meraih simpati parpol lain,” ujar Lucius kepada wartawan, Kamis (27/4/2023).

Lucius menuturkan, yang disampaikan Anies dan elite Partai Nasdem mengenai sumber daya dana tersebut juga belum bisa dianggap sebuah fakta.

“Pernyataan dari politisi parpol terkait peluang capres yang diusung parpol mereka belum bisa dianggap sebagai sebuah sikap politik yang jelas,” katanya.

Lucius menduga, sumber daya dana yang disampaikan Anies Baswedan tersebut bisa jadi suatu kode untuk mencari donatur.

“Mereka akan menutup informasi soal pendanaan untuk membuka ruang bagi donatur yang mau mendanai kampanye capres. Begitu juga pengakuan yang cenderung seperti playing victim, juga nungkin dilakukan untuk memancing rasa simpati para donatur,” katanya.

Terpisah, Pengamat politik Ujang Komarudin menilai klaim bahwa logistik Anies lebih kecil dibandingkan dua capres lainnya, yakni dengan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto merupakan sebuah konsekuensi politik yang harus dijalankan.

“Ini adalah risiko politik ketika Anies atau Partai Nasdem dan pendukunya menjadi penantang dari koalisi yang dibentuk oleh pemerintah. Tetapi ini demokrasi harus jalan, lawan tanding harus ada,” ujar Ujang.

Ujang menilai, Anies juga jangan mundur dari kontestasi Pilpres 2024. Sebab capres yang didukung oleh pemerintah perlu mendapatkan lawan yang kuat.

“Calon yang didukung pemerintah ini mesti ada lawannya. Dalam dalam hal ini Anies dari pihak oposisi. Dalam konteks menjaga demokrasi ini bagus,” tutur Ujang.

Diketahui, bakal calon presiden dari Kolisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan mengaku sumber daya yang dimilikinya kalah jauh di bandingkan dengan capres lain yang akan berkompetisi di Pilpres 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *