PBNU RMI Berupaya Menyosialisasikan Strategi Dakwah Digital untuk Memperkuat Kehadiran Islam di Era Digital

(Mataram, 29 Maret 2023) RMI PBNU laksanakan kegiatan literasi digital sektor komunitas di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Bekerjasama dengan KOMINFO, RMI PWNU NTB dan RMI PCNU Mataram. Dengan mengangkat tema “Strategi pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif dan berdampak positif bagi masyarakat” kegiatan ini berhasil mengumpulkan 1000 peserta dari tenaga pengajar pesantren yang tersebar di NTB.

 

Kegiatan dibuka oleh TGH. M. Said Budairi, S.Ag (KETUA RMI PWNU NTB) dalam sambutannya beliau menyampaikan “Dengan memanfaatkan teknologi digital secara bijak, kita dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mengatasi berbagai tantangan global yang dihadapi oleh dunia saat ini,” tuturnya.

 

Ust. Johairi, M.Pd.I Memberikan sambutan dan menyampaikan pentingnya literasi digital dalam era digital saat ini, khususnya bagi para ustad dan ustadzah serta komunitas guna melaksanakan dakwah. “Dalam era digital, dakwah juga dapat dilakukan secara online, seperti melalui media sosial, website, atau aplikasi. Dengan literasi digital, para ustad dan ustadzah dapat membuat konten dakwah yang menarik dan efektif untuk menjangkau lebih banyak orang. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan berbagai alat digital untuk mempermudah pelaksanaan dakwah, seperti video conferencing untuk diskusi atau webinar untuk ceramah,” ungkapnya.

 

Pada kesempatan ini Prof. Suprapto, M.Ag (Guru Besar UIN Mataram) yang menjadi narasumber nasional menyampaikan materi tentang strategi pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif dan berdampak positif bagi masyarakat. “Pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah dapat menjadi strategi yang efektif dan berdampak positif bagi masyarakat. Beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah memilih platform yang tepat, menggunakan konten visual, konsisten, membangun komunitas dakwah, dan menjaga pesan yang positif. Dengan menerapkan strategi ini, media sosial dapat menjadi sarana yang efektif dan berdampak positif dalam upaya dakwah untuk mencapai audiens yang lebih luas” terangnya.

Tgh. Dedy Wahyudin Sanusi yang menjadi narasumber kedua ini menyampaikan materi bahaya informasi hoax dan radikalisme di media sosial “Informasi hoax dan radikalisme yang tersebar di media sosial dapat menjadi bahaya serius bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Hal tersebut dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan, memicu konflik dan kekerasan, memperkuat polarisasi dan perpecahan sosial, bahkan dapat mengancam keamanan nasional,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: