Settia

Caleg PSI Sampaikan Duka Cita ke Korban Tsunami

EDITOR.ID, Tangerang Selatan,- Edi Winarto, Calon Anggota Legislatif Daerah Pemilihan Pamulang, Tangerang Selatan menyampaikan ungkapan bela sungkawa atas musibah Tsunami yang terjadi di Carita, Anyer, Pandeglang, Banten. Musibah ini juga menimpa warga Tangerang Selatan.

“Kami menyampaikan ungkapan bela sungkawa dan duka cita mendalam, semoga korban yang mengalami luka-luka bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa berkumpul dengan keluarga dan warga yang kehilangan sanak saudara diberikan ketabahan terutama warga Tangerang Selatan yang menjadi korban Tsunami,” ujar Edi Winarto disela-sela berada di Posko Laskar Media Peduli Bencana di Desa Ciput, Kecamatan Ciput, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Tim Laskar Media Peduli Bencana membuka posko di Radio SABA FM untuk membantu dan meringankan beban warga yang tertimpa musibah dengan menyalurkan bantuan sembako dan logistik. “Sudah beberapa hari ini tim Laskar Media Peduli Bencana keliling ke tempat pengungsian untuk menyalurkan bantuan berupa pangan dan obat-obatan bahkan tim sudah menembus daerah terisolir kecamatan Sumur untuk memberikan bantuan disana,” ujar Edi Winarto.

Wartawan senior radio dan TV ini berada ditengah-tengah korban bencana untuk bisa ikut merasakan bagaimana kondisi para pengungsi di tenda-tenda pengungsian.

Edi Winarto juga mengatakan bahwa para pengungsi membutuhkan bahan pangan, obat-obatan, pampers dan air minum. “Kalau baju sudah sangat banyak yang mengirim bantuan, sebenarnya sebagian pengungsi ini tidak terkena tsunami dan rumahnya utuh hanya saja mereka mengungsi karena ada himbauan dari BMKG agar menjauhi lokasi pantai maka mereka mengungsi,” kata Edi Winarto.

Bencana tsunami Selat Sunda di Pantai Anyer, Banten, pada 22 Desember 2018 memakan banyak korban warga Tangerang Selatan.

Dari informasi yang dihimpun, pemerintah setempat mencatat setidaknya terdapat 64 orang korban yang berasal dari Tangerang Selatan (Tangsel). Dari 64 korban, 12 di antaranya ditemukan meninggal dunia.

Sedangkan sisanya merupakan korban luka berat dan ringan yang tersebar di sejumlah rumah sakit di Tangerang Selatan.

“Ada 52 korban luka-luka yang dirawat di Rumah sakit yang tersebar di RS Sari Asih, RS Medika BSD, RS Premier Bintaro, dan RS Permata,” kata Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat mengunjungi korban tsunami di RS Medika BSD, Rabu (26/12/2018) sebagaimana dilansir dari Warta Kota.

Dari 12 korban meninggal, 9 orang berasal dari Kelurahan Serua, 1 orang dari Serua Indah, 1 orang warga Bintaro Pondok Aren, dan 1 orang lagi dari Kelurahan Cipayung Ciputat.

Wakil Direktur RS Merika, dr Anni menjelaskan, saat ini pihaknya sudah bekerjasama dengan RSU Tangsel untuk penambahan perawat di bagian UGD untuk memaksimalkan penanganan para korban.

• Bank DKI Serahkan Santunan Rp 286,5 Juta untuk Pegawai RSUD Tarakan yang Jadi Korban Tsunami

“Kami juga sudah melakukan kerjasama dari Dinas Kesehatan Tangsel dan RSU Tangsel dengan menambah 5 perawat di UGD,” ujarnya.

Anni menambahkan, korban luka-luka yang dirawat mengalami luka robek multikal trauma dan sebagian lagi mengalami luka ringan.

Benyamin Davnie menambahkan, dari laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima pemerintah, tidak ada lagi warga Tangerang Selatan yang ditemukan atau hilang di pesisir Banten dan sekitarnya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *