Settia

NU-PDIP Kian Solid Siapkan Calon Pemimpin Jawa Timur, Siapakah Dia?

Surabaya, EDITOR.ID,- Para kiai senior Nahdlatul Ulama (NU) kian mesra menjalin komunikasi politik dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk mempersiapkan sosok yang pantas memimpin Jawa Timur di 2018 nanti. Hubungan ini kian solid setelah antara NU dan PDIP kompak membagi “jatah” siapa yang dicalonkan jadi gubernur dan siapa wakilnya.

Yang pasti skenarionya, NU mendorong Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ke PDIP untuk maju ke Pilgub Jatim.

Namun dalam kesempatan yang sama, Kiai NU juga menyerahkan sepenuhnya kepada PDIP untuk menyodorkan figur yang cocok sebagai Cawagub yang akan diusung. Sehingga ada wilayah masing-masing dan tidak saling bersinggungan.

Dukungan ini disampaikan Kiai NU saat bertemu Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Kiai NU tidak menuntut syarat untuk sosok Cawagub kepada PDIP.

“Siapa yang ditunjuk, yang dikehendaki Ibu Mega, kami akan terima serta dukung, yang penting harus menang. Setelah itu, kita rawat bersama-sama Jatim yang aman, tenteram, serta diridai Allah,” tutur KH Anwar Iskandar di Pasuruan, Jumat (8/9/2017).

Kembali ke sosok Cawagub Jatim, ada dua nama yang berpeluang diusung PDIP. Dua nama itu adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang popularitasnya terbilang tinggi. Risma merupakan kader PDIP, serta Anas maju ke Pilbup Banyuwangi 2013 melalui PDIP.

Risma sendiri telah memberikan sinyal menolak maju ke Pilgub Jatim. Pasalnya, ia lebih memilih menghadiri acara unduh mantu kakak ipar Presiden Jokowi di Surabaya pada hari Minggu (10/9/2017), ketimbang menghadiri rapat konsolidasi Pilgub Jatim di Malang yang akan dipimpin Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di hari yang sama.

“Ke Malang tidak kayaknya. Minggu ada Pak Jokowi,” kata Risma.

Bagaimana dengan Anas? Bisa jadi. Pasalnya, Gus Ipul juga beberapa kali kerap sowan ke Banyuwangi. Dalam salah satu kesempatan, ia memuji Anas memiliki kapasitas maju ke Pilgub karena dinilai sudah memajukan Banyuwangi.

“Bupati Anas ini salah satu yang disebut-sebut banyak kalangan maju di Pilgub. Ini karena Bupati Anas memang merupakan calon yang potensial. Dulu Banyuwangi ini kan dikenal tempatnya santet. Sekarang, sejak Pak Anas, Banyuwangi berubah menjadi Kabupaten yang maju pesat,” tutur Gus Ipul.

PDIP pun akan meneruskan amanat dari Kiai NU ke Megawati. “Surat dari Kiai Idris mewakili bebrapa bapak kiai ini akan saya sampaikan kepada Ibu Megawati, besok hari Minggu (10/9/2017) di Malang karena kebetulan memang ada rapat kerja Tiga Pilar Partai,” tutur Basarah.

Leave a Reply