Settia

Eksplorasi Migas Perlu Payung Hukum Khusus

Jakarta, EDITOR.iD,- Pemerintah dan DPR harus duduk bersama untuk membahas payung hukum yang menyatakan tentang pengaturan kekhususan industri hulu migas (lex specialis). Payung hukum ini dapat memberikan kepercayaan kepada calon investor migas yang akan melakukan usaha bidang eksplorasi di Indonesia terkait dengan rezim kebijakan fiskal, perijinan dan diberlakukan sebagai objek vital nasional. Sehingga hambatan dalam kegiatan operasional migas dapat di atasi.

DR. Taslim Yunus, Kadiv Program dan Komunikasi SKK Migas mengatakan, peran SKK Migas saat ini adalah menjembatani antara perusahaan pengelola migas agar ada sinkronisasi peraturan antar sektor.

“Namun terobosan hukum dan regulasi untuk memberikan kepastian hukum bagi investor sangat diperlukan,” ujar Taslim Yunus dalam Seminar Nasional “The Breakthrough of Oil and Gas Industry in Global Era yang diselenggarakan American Association of Petroleum and Geologist di Fakultas Ekonomi Bisnis UPN Veteran Yogyakarta, Sabtu silam.

Menurut Taslim, sinergi dan kemitraan antara kepentingan pemerintah dan kepentingan pelaku industri migas dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sangat diperlukan. “Harus ada aturan yang dapat menjamin kepastian dalam berusaha, ini sangat penting untuk memberikan kepercayaan,” ujarnya.

Harga Minyak Turun

Harga minyak dunia kembali turun pada Senin (Selasa pagi WIB). Penurunan harga terjadi karena investor masih ragu apakah produsen-produsen utama akan memperpanjang kesepakatan pemotongan produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan minyak global.

Sebuah komite menteri-menteri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen-produsen utama lainnya setuju untuk mempertimbangkan perpanjangan kesepakatan pada Minggu (26/3).

Namun, para analis mengatakan investor masih memiliki keraguan tentang perpanjangan kesepakatan itu, karena tidak ada produsen-produsen utama yang telah menyatakan sikap mereka secara jelas.

Jumlah rig pengeboran minyak AS yang lebih tinggi juga menekan harga. Rig AS yang diklasifikasikan sebagai pengeboran minyak naik 21 rig pada minggu lalu dari minggu sebelumnya menjadi 652 rig, level tertinggi sejak September 2015, kata perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat (24/3).

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun USD 0,24 menjadi menetap di USD 47,73 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, turun USD 0,05 menjadi ditutup pada USD 50,75 per barel di London ICE Futures Exchange. (Atur Toto Sulistyanto)

Leave a Reply