Settia

AKBP Gatot Hendro Hartono, Kapolres Pelestari Benda Seni Bernilai Sejarah

AKBP Gatot Hendro Hartono didampingi Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Guntur Aryo Tejo menunjukkan Batu Yoni yang bernilai sejarah Polri di Mapolres Salatiga, Rabu (2/10/2019) (FOTO: EDI WINARTO/ EDITOR.ID)

EDITOR.ID, Salatiga,- Sosok AKBP Gatot Hendro Hartono, Kapolres Salatiga ini memiliki hobi unik. Ayah dua anak ini suka memburu dan sangat mencintai benda bernilai sejarah. Hobinya melestarikan benda-benda peninggalan tempo dulu ini sangat positif bagi pelestarian nilai-nilai sejarah Indonesia.

Sepanjang kecintaannya pada benda bernilai sejarah, penemuan paling spetakuler adalah ketika dirinya menemukan artefak Batu Yoni. Benda ini secara tidak sengaja ditemukan terkubur di dalam tanah dangkal di tempat pembuangan sampah Polres Salatiga.

Artefak langka Benda Prasejarah Abad 8 Batu Yoni. Kini Dipajang di Halaman Mapolres Salatiga (FOTO: EDI WINARTO/ EDITOR.ID)

Pasalnya, setelah diperiksa oleh petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, batu yoni tersebut merupakan benda cagar budaya peninggalan era Hindu-Buddha abad VIII atau IX.

Batu sejarah peninggalan abad ke 8 itu kini dipajang di halaman Mapolres Salatiga. Benda yg ditaksir memiliki nilai sejarah tinggi ini tersimpan aman.

“Setelah didaftarkan, atas seizin BPCB Jateng kami pajang di depan pendopo polres dengan status titipan,” ujar AKBP Gatot Hendro Hartono di ruang kerjanya saat menerima kunjungan wartawan dan Tim Divisi Humas Mabes Polri, Rabu (2/10/2019)

Di ruang kerjanya, lulusan Perwira Polri Sumber Sarjana (PPSS) 2001 atau sekarang bernama Sekolah Inspektur Sumber Sarjana (SIPSS) tersebut mengungkapkan awal dirinya menyukai benda tua atau antik itu sejak masih duduk kelas dua SD sekira tahun 1984.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono di Ruang Kerjanya, Polisi Pelestari Benda Seni Bersejarah (ist)

“Dulu saya mulai dari mengoleksi gembok berbagai merek dan ukuran. Sejak itu, hobi menyimpan barang atau benda tertentu berlanjut sampai SMP dan SMA,” kata Gatot sebagaimana dilansir dari Tribunnews.

Pria kelahiran Jakarta, 4 Februari 1977, ini menerangkan kegemarannya terhadap barang tua, unik, dan memiliki nilai sejarah terus berlangsung sampai sekarang.

Ada ratusan benda kuno yang disimpannya, mulai dari radio, gilingan kopi, buku-buku, mesin tik, dan kamera. Termasuk sejumlah barang lawas menyangkut kemiliteran dan kepolisian.

Bagi mantan Kasubbag Sumda Div Propam Polri ini, mengumpulkan benda sejarah yang menyangkut institusi Polri konon termotivasi oleh semangat personal yang besar guna merawat nilai-nilai sejarah di baliknya.

Leave a Reply