Adu Taktik Gaya Asia Shin Tae Yong vs Gaya Amerika Latin Remko Bicentini.

Sedangkan Curacao negara di wilayah Karibia ini dikenal dengan gaya sepak bola Amerika latinnya. Akan membawa pola permainan Tiki Taka.

Bandung, EDITOR.ID,- Pertemuan Timnas Indonesia vs Curacao diramal akan berlangsung sengit. Duel ini akan menyajikan gaya sepak bola Asia melawan gaya Amerika Latin. Pelatih Korsel Shin Tae Yong akan mempertunjukkan gaya Asia yang mengutamakan kerjasama, kecepatan, kekuatan fisik dan serangan balik dengan cepat.

Sedangkan Curacao negara di wilayah Karibia ini dikenal dengan gaya sepak bola Amerika latinnya. Akan membawa pola permainan Tiki Taka.

Remko Bicentini sang pelatih Curacao akan memperlihatkan kepada publik bola betapa taktisnya permainan gaya Amerika Latin yang mengutamakan kemampuan skills individu dalam menggocek bola, meliuk-liuk dan melewati sejumlah pemain lawan untuk kemudian menteror gawang lawan.

Soal prestasi dan jejak rekam, pelatih Shin Tae Yong yang saat ini melatih Timnas Indonesia merupakan pelatih yang sudah memiliki nama di pentas dunia. Pelatih asal Korea Selatan itu pernah merasakan kerasnya persaingan Piala Dunia.

Bersama timnas Korea Selatan, Shin Tae Yong tampil di Piala Dunia 2018. Meski gagal lolos ke babak 16 besar setelah finis di posisi tiga Grup F, Shin Tae Yong mampu menciptakan kejutan setelah mengalahkan Jerman yang ketika itu berstatus juara bertahan di fase grup.

Di level klub Shin Tae Yong juga mampu meraih prestasi cukup bagus. Pelatih 52 tahun itu berhasil membawa Seongnam Ilhwa Chunma menjadi juara Liga Champions Asia pada 2010.

Saat ini Shin Tae Yong sangat diharapkan bisa membawa Timnas Indonesia menjadi juara Piala AFF 2022 yang akan digelar pada Desember mendatang.

Dalam laga Indonesia vs Curacao, Shin akan adu strategi melawan Remko Bicentini yang kembali menjadi pelatih timnas Curacao pada 2022.

Sementara jejak rekam Bicentini lebih banyak menukangi di timnas Curacao sejak 2011. Pria 54 tahun itu menjadi asisten timnas Curacao pada 2011-2016, kemudian ditunjuk menjadi pelatih kepala pada 2016-2020.

Setelah sempat menjadi asisten pelatih timnas Kanada pada 2021-2022, Bicentini kembali dipercaya menjadi pelatih timnas Curacao pada 2022.

Sebelum Bicentini kembali, timnas Curacao sempat dilatih Guus Hiddink. Pelatih asal Belanda itu pernah membawa skuad Oranje menempati peringkat keempat di Piala Dunia 1998.

Hiddink melatih Curacao kurang lebih dalam kurun waktu satu tahun sejak 2020 hingga 2021. Setelah terkena Covid-19, Hiddink memberi tongkat estafet kepada mantan bintang Belanda Patrick Kluivert. Selepas Kluivert hengkang, Curacao kemudian dilatih Art Langeler baru kemudian saat ini berada di bawah arahan Bicentini.

Secara prestasi, belum ada gelar atau pencapaian luar biasa yang pernah diraih Bicentini. Meski begitu Bicentini saat ini melatih timnas Curacao (84), yang secara ranking FIFA jauh di atas Indonesia (155). (tim)