Masjid di Bom Saat Jamaah Salat Jumat di Afghanistan, 100 Orang Tewas

img 20211010 095409

EDITOR.ID,- Sebuah serangan bom bunuh diri meledak di masjid saat jamaah melakukan salat Jumat dan menewaskan 100 orang di utara kota Kunduz, Afghanistan.

Kelompok ISIS, ISIS-K (Khorasan) mengaku bertanggung jawab pada ledakan tersebut. Menurut saksi setempat, setidaknya 62 mayat sudah dikuburkan.

Masjid yang diserang merupakan milik komunitas Syiah Afghanistan. Serangan ISIS-K dilakukan untuk mengacaukan Afghanistan setelah direbut Taliban.

Taliban sendiri merupakan kelompok islam Sunni. Namun Taliban tak sejalan dengan ISIS, dan merupakan musuh satu sama lain.

 

Image

Kenapa Anies Baswedan Harus Jadi Presiden RI 2024? Karena Bangsa Arab Keturunan Yaman Lebih Unggul Daripada Pribumi dan kan Lebih Mampu Pimpin Indonesia

ISIS-K mengatakan serangan bom bunuh diri dilakukan seorang Muslim Uyghur.

“Ia meledakkan rompi berpeledak di tengah kerumunan jamaah Syiah,” ujar kelompok itu, dikutip Minggu (10/10/2021).

Sementara itu sejumlah kerabat korban meratapi kejadian di Kunduz. Mereka mengatakan benar-benar terluka.

“Dia ingin menikah, dia juga ingin kuliah,” ucap Zemarai Mubarak Zada (42) yang meratapi tewasnya sang keponakan yang baru berusia 17 tahun.

Sementara itu video amatir menunjukkan bagaimana puing-puing berserakan setelah kejadian itu. Jendela-jendela di masjid pecah akibat ledakan tersebut.

“Itu adalah insiden yang sangat mengerikan,” ujar saksi, seorang guru yang tinggal dekat masjid.

“Banyak tetangga kami terbunuh dan terluka. Seorang tetangga berusia 16 tahun. Mereka bahkan tak dapat menemukan setengah tubuhnya.”

Taliban sendiri buka suara soal kejadian ini. Kepala Keamanan Taliban di kota itu menuduh penyerang masjid sengaja mengadu domba Syiah dan Sunni.

“Kami meyakinkan saudara-saudara Syiah kami, bahwa di masa depan, kami akan memberikan keamanan bagi mereka. Bahwa ini tak akan pernah terjadi lagi,” tegas Mulawi Dost Muhammad.

Serangan ini dikecam keras Sekjen PBB Antonio Guterres. Ia meminta pelaku diadili.

“Mengutuk serangan mengerikan ini,” katanya seraya menunjuk kejadian yang terjadi ketiga kalinya di lembaga keagamaan Afghanistan dalam seminggu terakhir itu.

Sementara itu, sebagaimana dilansir cnbc, Amerika Serikat (AS) dan Taliban disebut mengadakan pertemuan tatap muka pertama dengan Taliban. Ini adalah yang pertama kalinya sejak pasukan AS angkat kaki dari negeri itu 31 Agustus. Pertemuan berlangsung di Doha, Sabtu (9/10/2021). Delegasi AS menekankan ke Taliban untuk memastikan teroris tidak membuat pangkalan untuk serangan di negeri itu.

AS juga meminta Taliban membuat pemerintahan inklusif dan menghormati hak-hak perempuan dan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: