Settia

Wow Indonesia Kini Kuasai Tambang Emas Freeport

EDITOR.ID, Tangerang,- Prestasi luar biasa dipersembahkan Presiden Joko Widodo setahun lagi menjelang akan menyelesaikan lima tahun pemerintahannya. Jokowi berhasil mengambil alih kekayaan alam Indonesia di Papua berupa tambang emas dari tangan Freeport. Perusahaan Amerika ini telah menikmati dan menguras kekayaan tambang emas selama era pemerintahan Soeharto hingga tiga pemerintahan reformasi selama 50 tahun. Namun di era kepemimpinan Jokowi, Freeport akhirnya tumbang ditangan mantan Gubernur DKI Jakarta.

Freeport akhirnya menyerahkan 51 persen sahamnya di PT Freeport Indonesia, perusahaan yang mengelola dan menambang emas di Papua kepada perusahaan nasional milik pemerintah Indonesia. Selanjutnya Pemerintahan Jokowi mendelegasikan pengelolaan tambang emas tersebut kepada BUMN yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero. Ini sebuah prestasi luar biasa Jokowi tanpa banyak berkoar kesana kemari soal pengerukan kekayaan alam sejak di era Orba, namun Jokowi bekerja dalam senyap hingga berhasil “menumbangkan” Freeport untuk menyerahkan sahamnya ke pemerintah Indonesia.

Dalam peralihan pengelolaan kekayaan emas di Papua tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan holding pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero telah mencapai kesepakatan dengan PT Freport Indonesia untuk menguasai saham perusahaan asal Amerika Serikat (AS) menjadi 51 persen dari saat ini 9,36 persen.

“Pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah,” kata Presiden setelah acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 yang digelar di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (12/7/2018).

Adapun penandatanganan kesepakatan dengan Freeport akan dilakukan dengan menteri teknis terkait. “Namanya sudah deal, nanti tanda tangan. Artinya kesepakatan sudah rampung. Teknis masih ada di menteri. Di menteri. Saya ngantuk,” katanya sambil tersenyum.

Freeport Indonesia telah mengelola tambang emas di Papua selama hampir 50 tahun dengan porsi kepemilikan saham mayoritas. “Nilainya nanti teknis Menteri BUMN, Menkeu, dan Menteri ESDM itu, juga valuasinya makan waktu panjang,” katanya.

Presiden menegaskan, akuisisi Freeport merupakan sebuah lompatan yang diharapkan berdampak positif bagi Indonesia baik dari sisi pendapatan, pajak, royalti, dividen, hingga retribusi. Dampak lebih lanjut memberikan nilai tambah bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Kepentingan nasional harus dinomorsatukan termasuk teknis pembagian,” katanya.

Jokowi mengatakan, tidak mudah melakukan negosiasi dengan Freeport terkait proses divestasi (pelepasan) saham. Selama ini Presiden menegaskan, perundingan berjalan sangat alot. “Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam 1,5 tahun ini,” kata

Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir negosiasi terus berjalan dan dikerjakan tanpa publikasi besar-besaran. Hal itu dilakukan lantaran menyangkut hal yang tidak mudah. “Tapi memang kita kerjakan ini diam, karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah,” katanya.

Selain Freeport, pemerintah juga telah mengakuisisi 100 persen Blok Mahakam dan menyerahkan pengelolaannya kepada PT Pertamina (Persero). (tim)

Leave a Reply