Settia

Tompi Hingga Cornelia Agatha Meriahkan “Sweet Charity”

EDITOR.ID, Jakarta,- Sekolah Yayasan Prima Unggul (YPU) menggelar pentas musikal bertajuk “Sweet Charity”. Social even yang diinisiasi para volunteer ini bertujuan menggalang dana bagi pengembangan anak-anak panti asuhan agar bisa hidup mandiri dengan wirausaha.

Panggung musikal “Sweet Charity” kian meriah karena menampilkan para musisi dan artis serta socialita mulai dari Cornelia Agatha, Tompi, Jojoanito, Brand Vargas, hingga Magnificanto Singers dan The Musical Troops. Bahkan sebagian anak-anak panti asuhan yang punya talenta di bidang musik dan vokalia ikut unjuk kebolehan.

Sesuai namanya, pentas itu juga ditujukan untuk menggalang dana dari para donatur untuk yayasan tersebut melalui pertunjukan dan karya seni yang ditampilkan.

“Sweet Charity nantinya banyak fokus ke pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak panti asuhan. Di tahun ke-9 ini, kita berrencana untuk pindah ke tempat yang lebih besar untuk fasilitas belajar dan tempat tinggal mereka,” kata Founder YPU Martinus M Gea di Jakarta, Sabtu.

Cornelia Agatha, yang terlibat sebagai pengisi acara malam nanti, akan unjuk gigi untuk bernyanyi bersama para sukarelawan dan anak-anak didik YPU.

“Senang bisa terlibat di acara yang berkaitan dengan musik dan pentas. Saya akan nyanyi di lelang nanti,” kata aktris pemeran tokoh Sarah dalam film “Si Doel” itu.

“Semoga nantinya bisa membuka pikiran banyak orang bahwa setiap anak punya hak untuk bahagia, berkarya, dan punya masa depan yang cerah,” katanya melanjutkan.

Berbeda dengan Lia, solois Tompi akan berkontribusi dalam acara melalui karya-karya fotografinya. Personel Trio Lestari itu akan melelang tiga hasil jepretannya ketika ia berkelana di Hokkaido, Jepang.

“Ini kali kedua terlibat di acara YPU, setelah sebelumnya ambil bagian di drama musikalnya. Sedih juga enggak diajak nyanyi, tapi juga senang karena bisa bantu lewat foto-foto,” kata penyanyi yang juga seorang dokter itu.

Sementara itu, pentas “Sweet Charity” akan digelar malam ini di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan.

Sejak tahun 2011 Yayasan Prima Unggul  mulai mengembangkan pendidikan berbasis kewirausahaan. Hingga saat ini, yayasan telah mendidik 300 anak dari berbagai daerah di Indonesia.

Sistem pendidikan home shooling, sesuai standar kurikulum nasional dan menekankan pada kewirausahaan, menjadi pilihan skill untuk membekali kemandirian peserta didik menjadi mandiri usai lulus SMA.

Pendiri Yayasan Prima Unggul, Martinus Mesarudi, mengatakan anak-anak yang berasal dari yatim piatu dan keluarga sederhana ini harus di putus mata rantai kemiskinannya dengan dibekali ilmu dan pengetahuan kewirausahaan, agar mereka menjadi mandiri di kemudian hari. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *