Settia

Tangsel Zona Merah Covig, Warga Belum Sadar

EDITOR.ID, Tangerang Selatan,- Suasana sejumlah wilayah di Tangerang Selatan berbeda dengan kota lain dalam menyikapi Social Distancing atau pembatasan kegiatan demi menghindari penularan virus Corona. Aktivitas warga di kota ini tetap normal seolah tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Suasana pasar Mandiri di dekat kawasan Pamulang Permai masih ramai dikunjungi warga yang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari. Demikian pula mal, toko, restoran dan warung masih ramai dikunjungi pembeli.

“Kita nggak tahu sejauhmana bahayanya dan harus gimana, karena yang ramai kan di pusat (Jakarta,red) kalau di Tangsel ini kan gak ramai, sepi-sepi saja, saya nggak pernah lihat ada penyemprotan atau ada pasien Corona, saya belum dengar suara dari Pemkot Tangsel,” ujar Sukirno, seorang pengemudi ojol di kawasan Bambu Apus, Tangsel yang masih tetap beroperasi.

Sehingga kawasan jalanan di daerah Pamulang, Ciater hingga Serpong masih ramai dipenuhi kendaraan. Padahal wilayah Tangerang Selatan sudah ditetapkan sebagai daerah zona merah bersama Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang karena jumlah pasien yang terinfeksi Corona cukup tinggi setelah Jakarta.

Wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan masuk dalam kategori zona merah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Provinsi Banten.

Penetapan zona merah ini dilakukan berdasarkan tingkat penyebaran virus corona yang semakin masif di wilayah Tangerang Raya.

Hal ini bisa dilihat dari jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di wilayah Tangerang Raya semakin meningkat setiap harinya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti ketika dihubungi, Minggu (22/3/2020) sore mengatakan, wilayah Tangerang Raya, sudah masuk kategori zona merah Covid-19. Karena itu, kata Ati, kewaspadaan harus terus ditingkatkan namun tidak perlu panik.

“Kategori zona merah ini jangan sampai menimbulkan kepanikan. Yang paling penting adalah perlu meningkatkan kewaspadaan.

Patuhi larangan pemerintah. Tetaplah melakukan kegiatan di rumah, sering-seringlah mencuci tangan, makan makanan bergizi, tingkatkan daya tahan tubuh. Hindarilah kerumunan dan tetap menjaga jarak (social distancing). Karena hanya dengan itu, kita bisa memutuskan mata rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.

Ia mengatkaan, sejauh ini berdasarkan data per Minggu (22/3/2020) sore, jumlah pasien yang dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19) di wilayah Provinsi Banten bertambah menjadi 23 orang dari sebelumnya sebanyak 20 orang. Sebanyak 19 orang masih dirawat, satu orang dinyatakan sembuh, dan tiga orang lainnya meninggal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *