Settia

Takut Tertular Covid, Mahasiswa Tolak Deklarasi KAMI di Bandung

EDITOR.ID, Bandung,- Puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Cendikia Cipayung (ICC) bersama masyarakat Kota Bandung, Jawa Barat menghadang dan menolak kehadiran gerakan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang akan menggelar deklarasi di sebuah hotel mewah di kota kembang ini pada 7 September 2020.

Massa mahasiswa menyuarakan aksi penolakan deklarasi KAMI karena dinilai dapat menimbulkan kerumunan ditengah masa pandemi Covid-19.

“Dikhawatirkan akan memunculkan klaster baru Covid-19 di Kota Bandung. Ribuan orang akan datang dan kami minta pihak Pemprov Jabar, Pemkot Bandung dan Kepolisian, untuk tidak memberikan izin deklarasi itu,”ungkap Koordinator aksi.

Ia juga menyoroti deklarasi yang digelar, akan memecahbelah persatuan dan kesatuan, NKRI. Ia juga menilai, deklarasi seolah-olah mengatasnakan gerakan moral, adalah kebohongan besar.

“Dengan kondisi pandemi Covid-19 semestinya para tokoh-tokoh besar bangsa yang terlibat seperti Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo dan lain sebagainya dapat memberikan semangat kebangsaan yang benar terhadap masyarakat di HUT RI ke-75,” tutur koordinator aksi.

“Seharusnya tokoh bangsa ini bisa bahu-membahu dalam menyelesaikan problem permasalahan bangsa. Salah satunya tetap menjaga protokol kesehatan. Di situasi Pandemi ini dan hari HUT RI ke- 75 adalah ajang untuk menyongsong Indonesia lebih baik lagi,”cetusnya.

Namun aksi tersebut mendapat pengusiran dari aktivis KAMI di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, puluhan mahasiswa yang sedang melakukan aksi kemudian didatangi sejumlah orang dari aktivis KAMI, yang meminta untuk membubarkan aksi penolakan tersebut.

Mobil yang membawa speaker untuk orasi penolakan pun, langsung meninggalkan lokasi diikuti oleh para mahasiswa.

Sebelumnya Deklarasi KAMI akan digelar di dua tempat, namun mendapat penolakan karena dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Mengingat akan dihadiri banyak orang, sehingga deklarasi akhirnya di gelar di depan Gedung Sate Bandung.

Koordinator Aksi Ikatan Cendekia Cipayung (ICC), Adi Nugraha menyesalkan aksi kekerasan dan pengusiran oleh aktivis KAMI kepada massa mahasiswa yang sedang berunjukrasa. Padahal penyampaian pendapat di muka umum dilindungi oleh negara.

“Kami menyesalkan akan aksi pembubaran tersebut, yang dilakukan secara paksa dan anarkis disertai pemukulan dan pengerusakan mobil komando yang dibawa. Sehingga pada akhirnya, untuk menghindari yang tidak diinginkan, maka akhirnya kami membubarkan diri,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *