Tak Terima Dituduh Mark Up, Viani Limardi Akan Tuntut PSI Rp 1 Triliun

  • Bagikan
anggota dprd dki jakarta fraksi psi viani limardi. (foto youtube).
anggota dprd dki jakarta fraksi psi viani limardi. (foto youtube).

EDITOR.ID, Jakarta,– Kebijakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memecat kader yang juga anggota DPRD nya di DKI Jakarta akibat diduga melakukan mark up uang reses berbuntut panjang. Sang anggota dewan dari PSI yang dipecat Viani Limardi tak terima.

Ia mengancam akan menuntut partainya PSI Rp1 triliun. Viani menganggap partainya memfitnah dirinya terkait penggelembungan dana reses DPRD DKI pada periode Maret 2021.

“Saya tidak akan tinggal diam dan saya akan melawan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ucap Viani, Selasa (28/9/2021).

Pemecatan Viani Limardi tercantum dalam Surat Keputusan (SK) PSI Nomor 515/SK/DPP/2021. SK tersebut ditandatangani oleh Sekjen PSI Raja Juli Antoni pada Sabtu (25/9/2021) lalu. Viani Limardi mengaku sudah menerima surat pemecatan itu.

“Surat pemberhentian pemecatan sudah (diterima) tadi malam jam 9 malam. Akhirnya saya sudah terima,” kata Viani. Namun Viani mengaku tak terima. Ia curhat sering dilarang membela diri.

Viani mengaku, selama menjabat sebagai kader, ia kerap dilarang bicara. Termasuk ketika dirinya menjadi sorotan lantaran melanggar ganjil genap di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

“Selama ini saya dilarang bicara, bahkan tidak diberikan kesempatan untuk klarifikasi seperti pada kejadian ganjil genap yang mengatakan bahwa saya ribut dengan petugas,” terangnya.

Menurut anggota Komisi D DPRD DKI ini, dirinya tidak dimintai penjelasannya ketika hal tersebut terjadi. Justru saat itu PSI malah langsung meminta untuk meminta maaf.

“Saya harus minta maaf untuk sesuatu yang menurut saya tidak benar dan tidak saya lakukan,” ungkap Viani.

Pernah Adu Mulut dengan Polisi

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI ini juga pernah terlibat adu mulut dengan petugas kepolisian saat terkena ganjil genap Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Adu mulut tersebut bermula saat mobil berpelat ganjil yang ditumpangi Viani diberhentikan polisi saat melintas di Jalan Gatot Subroto dari arah Ragunan.

Dikarenakan hal tersebut, polisi menjelaskan kepada Viani bahwa dirinya melanggar aturan ganjil genap dan diminta untuk putar balik, dan mencari jalur lain.

“Enggak boleh karena ganjil genap, kalau sekarang pakai surat tugas boleh, sekarang sudah enggak berlaku,” ucap petugas polisi, Kamis (12/8/2021).

“Oke saya sekarang tanya bapak, saya kalau mau ke penjaringan sekarang lewat mana?” balas Viani.

Debat yang terjadi antara wakil rakyat dengan polisi itu pun berlangsung alot. Namun, polisi akhirnya mengarahkan Viani untuk mengarah ke Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Lewat Rasuna Said lurus, yang enggak boleh Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto,” terang polisi.

“Oke nanti saya akan protes ini,” tandas Viani.

Terkait insiden tersebut, Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar meminta maaf atas kelakuan arogan kadernya itu. Ia pun mengapresiasi aparat yang bertugas mengawasi ganjil genap di lapangan.

“Petugas di lapangan sudah bekerja keras menegakkan aturan yang ditetapkan pemerintah. Kami berterima kasih kepada kerja para petugas di lapangan,” ucap Michael. (tim)

 64 Total Pengunjung,  1 Pembaca Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan