Settia

Soal Iklan Bioskop, Jokowi: Rakyat Berhak Tahu Apa Kerja Pemerintah

EDITOR.ID, Jakarta,- Kubu oposisi mengkritik pemerintahan terkait sebuah iklan milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di bioskop yang dinilai sebagai kampanye terselubung calon Presiden petahana Joko Widodo. Iklan berjudul ‘2 Musim, 65 Bendungan’ itu diputar sebelum penayangan film di bioskop.

Untuk diketahui, iklan tersebut menampilkan pembangunan sejumlah bendungan diikuti dengan testimoni seorang petani dan ditutup dengan kutipan dari Presiden Jokowi dan tagar “MENUJUINDONESIAMAJU”.

Iklan ini mendapat kritik dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Fadli menyebut, penayangan iklan milik Kominfo itu menyebabkan masyarakat yang ingin menyaksikan film merasa terganggu.

Nyinyiran Fadli Zon menyoal iklan program kerja pemerintah di bioskop ditanggapi bijak oleh Presiden Joko Widodo. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, dalam menjalankan amanah rakyat, pemerintah harus transparan. Apa yang telah dicapai, apa yang belum dan apa yang masih dalam proses harus dijelaskan ke publik agar rakyat bisa mengetahui apa saja yang telah dilakukan pemerintah.

Sehingga iklan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat soal hasil kerja pemerintah.

“Ya masyarakat kan perlu mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mana yang sudah (pemerintah kerjakan), mana yang dalam proses, mana yang akan dikerjakan. Kita ini ingin menyampaikan apa adanya ya,” tegas Jokowi usai membuka Kongres XXXVI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Auditorium The Forest Resort, Pamoyanan, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).

Jokowi mengingatkan, iklan program kerja pemerintah di bioskop sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Di mana, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai humas pemerintah berkewajiban menyampaikan kepada publik tentang hasil kerja pemerintah.

“Itu amanat UU bahwa baik pembangunan yang sudah selesai atau masih dalam proses atau belum selesai harus terus diinfokan agar mereka (masyarakat) ikuti,” jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini membantah jika iklan program kerja pemerintah bagian dari kampanye Jokowi sebagai capres petahana di Pilpres 2019.

“Itu kan dari tiga, empat tahun lalu menyampaikan, sudah disampaikan baik lewat youtube, tv,” tutur dia.

“Kalau dulu kan menteri penerangan yang menerangkan (hasil kerja pemerintah). Masak sekarang suruh diam gini,” kata Jokowi sembari menutup mulut.

Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno ikut angkat bicara mengenai iklan tersebut. Sandi mengatakan, warga datang ke bioskop untuk nonton film. Bukan menonton iklan.

“Karena orang datang ke bioskop itu pengen nonton film, begitu ada iklan eeehhh sebel gitu. Tapi ya intinya saya tidak bisa komentar. Kalau pencapaian pemerintah dan sebagainya itu kan memang ada anggarannya untuk disosialisasi dan dalam masa kampanye gini, pasti bisa dianggap bagian dari kampanye,” ujarnya di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018).

Namun, Sandiaga menilai bila iklan itu tidak melanggar peraturan maka tidak ada yang perlu dibesar-besarkan.

“Tapi bagi saya yang penting ada tidak undang-undang yang dilanggar? Ada tidak peraturan dan ketentuan yang dilanggar? Kalau tidak, ya tidak terlalu dibesar-besarkan. Buat saya, woles saja lah,” katanya. (tin)

Leave a Reply