Sempat Ingin Usir 10 Duta Besar, Kini Erdogan Melunak

  • Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Al Jazeraa)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Al Jazeraa)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menganulir ancamannya untuk mengusir 10 duta besar negara-negara arat atas pernyataan dukungan bersama untuk seorang pemimpin masyarakat sipil yang dipenjara.

Beberapa waktu sebelumnya, Erdogan mengatakan bahwa dia telah memerintahkan para duta besar untuk dinyatakan persona non grata karena berusaha membebaskan filantropis terkemuka Osman Kavala.

Erdogan mengatakan itu setelah Amerika Serikat dan beberapa negara terkait lainnya mengeluarkan pernyataan identik yang mengatakan mereka menghormati konvensi PBB yang mengharuskan diplomat untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri negara tuan rumah.

Erdogan mengatakan jika pernyataan negara-negara itu menunjukkan mereka telah mengambil langkah mundur dari fitnah terhadap Turki. Ia pun menganggap mereka akan lebih berhati-hati.

Pekan lalu, dubes dari Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, Finlandia, Selandia Baru dan AS, menyerukan resolusi yang adil dan cepat untuk kasus Kavala, dan untuk menyegerakan pembebasan.

Ke-10 duta besar itu mewakili sekutu NATO, mitra dagang, dan anggota Uni Eropa. Ankara adalah negara kandidat Uni Eropa, tetapi pembicaraan terkait keanggotaan Turki telah dibekukan selama bertahun-tahun.

“Pengadilan Turki tidak menerima perintah dari siapa pun, dan tidak berada di bawah komando siapa pun”, kata Erdogan dalam komentar yang disiarkan televisi.

“Tujuan kami sama sekali bukan untuk menciptakan krisis tetapi untuk melindungi hukum, kehormatan, kepentingan, dan hak kedaulatan kami.”, tegas Erdogan dalam laman Aljazeraa, Selasa (26/10).

Kavala, yang juga merupakan seorang pengusaha dan kontributor kelompok masyarakat sipil, dipenjara karena diduga membiayai protes nasional pada tahun 2013 dan terlibat dalam kudeta yang gagal pada tahun 2016.

Pria 64 tahun itu ditahan selama empat tahun atas tuduhan membiayai protes dan keterlibatan dalam upaya kudeta.

Settia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan