Settia

Relawan Duta Jokowi Garap Isu Ketahanan Pangan untuk Indonesia Bersama Ribuan Petani

EDITOR.ID, Jakarta,- Organ relawan Duta Jokowi tengah menggarap ribuan petani di berbagai daerah di Indonesia agar lebih sejahtera dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Saat ini Duta Jokowi sudah membina lebih dari 4.000 petani yang mengelola lebih dari 176 ribu hektar lahan pertanian dan perkebunan.

Mereka tersebar di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur. Komodite yang digarap pun bervariasi mulai dari komoditas padi, palawija, jagung dan banyak lagi.

Ketua Umum Duta Jokowi, Urbanisasi mengatakan timses Jokowi yang tergabung dalam Duta Jokowi ingin hadir dalam program kerja nyata sebagai sahabat petani.

“Kami tidak ingin hanya beretorika atau jargon tapi kami ingin memberikan manfaat nyata kepada masyarakat khususnya petani, sehingga di era pemerintahan pak Jokowi ini hasil pembangunan terlihat nyata, salah satu konsentrasi kami adalah membangun ketahanan pangan,” katanya disela-sela menemui petani binaan, Senin (17/9/2018)

Program kerja nyata yang dilakukan relawan Duta Jokowi adalah bersinergi menyiapkan pupuk, benih dan penyerapan hasil pertanian. Kini anggota relawan Duta Jokowi mencapai ribuan yang mayoritas kalangan petani.

“Kami telah membina para petani agar mandiri dan menghasilkan panen lebih dari dua kali lipat,” ujar Urbanisasi.

Sekjen Duta Jokowi Herlina Butar-Butar menambahkan, untuk meningkatkan taraf hidup petani, Duta Jokowi memiliki konsep kerja nyata dengan membeli hasil produk pertanian dengan harga yang tinggi.

“Kami tidak ingin sekadar mengembangkan pertanian organik, tapi kami juga menyalurkan produknya ke masyarakat, pengembangan pertanian organik ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan kadar gizi karena pertanian yang dikembangkan menggunakan pupuk alami,” katanya.

Duta Jokowi memiliki visi ke depan agar lahan pertanian dikelola lebih profesional dan manajerial layaknya perusahaan atau industri yang modern. Dari mulai petani itu harus bergaji, punya jaminan sosial asuransi dan produksi secara kolektif sehingga menghasilkan produk yang kontinu.

Saat ini Duta Jokowi tengah menggarap lahan pertanian di Kalimantan. “Potensi pertanian di Kalimantan sangat besar untuk menggarap lahan pertanian karena lahannya sangat luas sementara pola tanamnya belum tersentuh sistem pertanian modern seperti di negara-negara mau seperti Kanada,” katanya.

Kini Duta Jokowi terus bekerja membantu dan melakukan pendampingan terhadap petani. “Sistem pertanian kami desain modern mulai dari pipanisasi untuk mengairi lahan pertanian pakai kran, menyiapkan benih yang berkualitas dan pendek masa tanam,” katanya.

Termasuk pola distribusi Pupuk. Dua Jokowi memberikan semua pengadaan dan fasilitas dalam pertanian.

Untuk konsep pendanaan pertanian, Duta Jokowi tengah menyiapkan pola menggunakan BUMNDes karena anggaran ini akan bermanfaat. “Harga gabah petani yang kemarin rendah kita naikkan menjadi Rp 4500, karena harga beras sudah Rp 12 ribu, sehingga ada selisih yang tidak terlalu tinggi,” katanya.

Termasuk dalam penanganan pasca pertanian. Relawan Duta Jokowi memiliki konsep memotong mata rantai perdagangan komodite padi dan beras sehingga produk petani bisa langsung ke konsumen tanpa harus dimainkan spekulan dan tengkulak,” katanya.

Dalam kampanye di Tim Jokowi-Maruf, Relawan Duta Jokowi tengah menyiapkan untuk melakukan deklarasi di sawah dimana lahan pengembangan pertanian organik digerakkan yakni di Banten. Duta Jokowi berharap Capres Jokowi bersedia turun ke sawah bersama para petani Banten yang sangat berharap dikunjungi Presiden. (tim)

Leave a Reply