Settia

Puluhan Ribu Relawan Jokowi Akan Kumpul Massal di Bogor

EDITOR.ID, Jakarta,- Para pecinta dan pendukung Joko Widodo untuk kembali memimpin dua periode sebagai Presiden RI sudah ancang-ancang. Untuk menyatukan perjuangan dan visi, mereka akan menggelar pertemuan secara besar-besaran. Pertemuan relawan Jokowi secara nasional ini akan diikuti oleh gabungan berbagai relawan Jokowi yang jumlahnya terus membesar.

Ketua Panitia Rapat Relawan Jokowi, Viktor S. Sirait mengatakan, bahwa Rapat Umum Relawan Jokowi akan diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC) pada Sabtu, 4 Agustus 2018 mendatang. Pertemuan ini mengambil tajuk “Bersatu Militan Menang”.

Menurut Viktor, penyelenggaraan rapat umum ini memiliki semangat untuk mendorong dan memenangkan kembali Jokowi sebagai presiden RI di Pemilu 2019 mendatang, periode 2019-2024.

“Kita melihat apa yang dicapai Presiden selama 3-4 tahun itu sungguh baik, maka kami rasa itu perlu diteruskan. Acara ini nanti semua relawan bersatu,” ujar Viktor dalam konferensi pers Rapat Umum Relawan Jokowi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).

Kegiatan ini sengaja diadakan sebagai langkah konsolidasi untuk lebih merekatkan hubungan antar komunitas Relawan Jokowi dalam rangka upaya pemenangan Pilpres 2019.

“Rapat umum tersebut dilatarbelakangi semangat Relawan untuk memenangkan Jokowi 2019-2024. Semangat ini hanya bisa direalisasikan apabila relawan bersatu, berjuang secara militan sehingga kemenangan pasti diraih,” kata salah satu tokoh simpul relawan Jokowi ini.

Lebih lanjut Viktor mengatakan bahwa semangat Relawan yang tetap menyala-nyala memenangkan Jokowi sejak 2014, dan supaya terus memimpin hingga 2024, merupakan pengakuan atau testimoni bahwa kinerja Jokowi pada periode pertama sungguh baik.

“Relawan adalah rakyat yang jujur, yang senantiasa bersatu dengan rakyat banyak di semua kalangan. Sehingga pengakuan atau testimoni Relawan harus dimaknai sebagai harapan rakyat agar Jokowi kembali memimpin Indonesia hingga 2024,” ungkap Viktor.

Menurutnya tidak perlu kata atau kalimat canggih untuk menjelaskan keberhasilan Jokowi. Ia mengatakan bahwa apa yang sudah mulai dirasakan rakyat, mulai dari embung, bendungan, perbaikan jaringan irigasi, kemudahan memperoleh pupuk, jalan tol dan infrastruktur lainnya, adalah realitas yang telah berbicara sendiri.

“Pikiran bersih akan dengan jujur mengakuinya sebagai pembangunan yang didambakan rakyat. Bahkan pembangunan kita bukan lagi ‘Jawa Sentris’ tetapi sudah menjadi ‘Indonesia Sentris’. Dari Sabang hingga Merakue dan Miangas Rote. Direkatkan melalui berbagai program, seperti Tol Laut dan BBM Satu Harga,” papar Viktor dihadapan sejumlah media.

Viktor menilai bahwa manakala rakyat mayoritas yang berjuang, tatkala masyarakat bersatu secara militan untuk meraih kemenangan. Tak ada yang bisa menghalangi.

Perjuangan Relawan menyokong partai politik untuk memenangkan Jokowi tahun 2014 telah membuktikan, di alam demokrasi, keinginan rakyat banyak adalah laksana air yang selalu menemukan jalan sendiri untuk meraih kemenangan.

“Maka para politisi hendaknya senantiasa jujur menilai kehendak rakyat banyak. Jangan ada lagi yang mengotori jagat Indonesia dengan kata-kata bohong dan menjungkirbalikkan logika masyarakat,” ucapnya.

Viktor pun mengungkapkan pada Rapat Umum Relawan Jokowi nanti, akan diikuti sedikitnya 65 elemen Relawan Jokowi, seperti Pro Jokowi (Projo), Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), Buruh Sahabat Jokowi.

Aliansi Masyarakat Indonesia Hebat (Almisbat), Komunitas Alumni Perguan Tinggi (KAPT), Solidaritas Merah Putih (Solmet), Masyarakat Peduli Pangan (Mapan).

Galang Kemajuan (GK) Center, Sekber Jokowi Nusantara, Duta Jokowi, Jokowi Mania (Joman), Pos Raya dan banyak lagi.

“Acara akan dihadiri sedikitnya 50 ribu Relawan dari seluruh Indonesia. Acara utama adalah rapat umum, menyatukan visi. Presiden Joko Widodo akan hadir untuk menerima hasil rapat, kemudian berpidato untuk memompa semangat Relawan,” papar Viktor.

“Perlu dicatat, pilihan kata ‘rapat umum’ bukan suatu kebetulan. Tetapi personifikasi sejarah ketika Presiden Soekarno berbicara dalam rapat umum di Mojokerto tahun 1946. Kini di tahun 2018, Presiden Jokowi berbicara kepada rakyat/relawan,” tandas Viktor. (tim)

Leave a Reply