Settia

Prabowo-SBY Bertemu, PAN Galau?

EDITOR.ID, Jakarta,- Pengamat politik Dr Jerry Massie PhD dari Indonesian Public Institute memprediksi akan banyak kejutan terjadi jika pertemuan politik antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono jadi digelar besok Rabu 18 Juli 2018. Jerry memastikan akan terjadi pergeseran konstelasi dan dinamika politik antar koalisi parpol kubu Prabowo.

“Pertemuan ini jelas membahas kemungkinan opsi untuk koalisi antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrat, dan jika nantinya Demokrat benar-benar menjadi kenyataan berada di kubu Prabowo, maka persaingan calon pendamping Prabowo akan bertambah,” ujar Dr Jerry ketika dihubungi Editor.id di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Dan menurut Jerry, kejutan ini akan membuat konstelasi politik akan kian menarik nanti pada saat last minute sebelum pendaftaran Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) ditutup pada 10 Agustus 2018. “Akan muncul kejutan paslon yang akan diusung,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Jerry memprakirakan Partai Demokrat akan menyodorkan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk bisa menjadi pendamping Prabowo Subianto.

“Namun menurut hemat kami memajukan pak AHY agak riskan karena pak Prabowo berlatar belakang militer sedangkan AHY juga berlatarbelakang militer,” kata Jerry.

Jerry berpandangan, idealnya AHY lebih pas berkarir dulu di dunia politik. Bisa saja opsi AHY disodorkan sebagai Menteri dulu, karena masa depan politik AHY masih panjang.

“Beliau (AHY) masih bisa menjadi calon pemimpin di tahun mendatang, namun sekarang berkarir sebagai menteri dulu ini kalau menurut pandangan saya,” kata dosen sejumlah Perguruan Tinggi ini.

Jerry menyatakan untuk konfigurasi capres yang akan diusung koalisi Gerindra, PKS dan PAN masih dua tokoh kuat. Yakni antara Prabowo Subianto atau Anies Baswedan. “Ini kesepakatan dalam negosiasi politik yang muncul dari PKS dan Gerindra, mereka akan mengusung Pak Prabowo atau mungkin Pak Anies Baswedan,” katanya.

Namun untuk penetapan siapa pendamping Capres, menurut Jerry, besar kemungkinan akan berlangsung alot. Apalagi jika Gerindra mampu menggandeng Demokrat dalam koalisinya. Maka akan muncul beberapa skenario cawapres yang akan diusung. Berikut skenario cawapres menurut Jerry :

PKS yang sejak awal mengajukan sembilan nama calon Wakil Presiden kini sudah mengerucut dua nama yakni, Ahmad Heryawan dan Salim Segaf al Jufri. “Ahmad Heryawan didukung kalangan muda atau generasi milenial PKS sedangkan Pak Salim mengantongi dukungan dari jajaran Dewan Syuro PKS,” katanya.

Kemudian PAN menyodorkan Ketua Umumnya Zulkifli Hasan. Dan jika Demokrat benar-benar bergabung ke koalisi parpol pendukung Prabowo, maka akan ada satu tambahan calon pendamping Prabowo yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Jadi akan ada sekitar empat calon Cawapres. “Lantas bagaimana menentukan siapa yang akan terpilih mendampingi Prabowo?,” kata Jerry dengan nada tanya.

Menurut Jerry, jika Demokrat benar-benar bergabung dalam koalisi pendukung Prabowo maka Demokrat akan mendapat prioritas. Kenapa demikian?

“Dalam Pileg 2014 silam Partai Demokrat memiliki 61 kursi atau 10,9 persen maka jumlah kursi yang dimiliki Demokrat lebih besar dari PKS dan PAN,” katanya.

Sebenarnya jumlah kursi Gerindra 73 kursi atau 13 persen jika berkoalisi dengan PKS sebanyak 40 kursi atau 7,1 persen, sudah memenuhi PT yakni 20,1 persen. Namun jika Demokrat benar-benar bergabung presentase dukungan mereka akan bertambah.

Jika dalam membuat kebijakan menetapkan Cawapres berdasarkan jumlah kursi yang dimiliki di parlemen dan Demokrat bergabung akan membuat gundah gulana bagi PKS dan PAN. Partai yang dibidani Amien Rais ini hanya memiliki 48 kursi atau 8,6 persen dan PKS 40 kursi atau hanya 7,1 persen.

Namun yang lebih gamang adalah PAN yang sejak awal mencoba menyodorkan Ketumnya Zulkifli Hasan maju sebagai Cawapres Prabowo.

“Saya kira PAN akan galau, karena calon pendamping yang disodorkan yakni Ketua Umumnya pak Zulkifli jadi agak berat untuk diakomodasi Prabowo,” katanya.

Sedangkan untuk PKS kemungkinan tidak menjadi soal. “Karena sejak awal PKS dalam opsinya ada opsi legowo mereka tidak bisa menempatkan kadernya sebagai Cawapres, tapi mereka meminta porsi jabatan menteri lebih banyak,” papar Jerry. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *