Settia

Polda Jateng Sebut Masih Ada 1.200 Bhabinkamtibmas Belum Memiliki Motor Operasional

Semarang – Petugas Bhabinkamtibmas Polda Jawa Tengah yang tersebar di ribuan desa/kelurahan, membutuhkan kendaraan operasional dalam menyambangi masyarakat. Namun, masih ada 1.200an anggota Bhabinkamtibmas di Jateng belum memiliki kendaraan dinas.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan seorang anggota Bhabinkamtibmas memiliki tugas berat, karena bersinggungan langsung dengan masyarakat. Tugas utamanya adalah mengedukasi dan mengajak masyarakat, untuk mengikuti serta taat pada peraturan yang berlaku.

Rycko menjelaskan, di dalam tugas kedinasan yang langsung berhadapan dengan masyarakat itu masih ada kendala di lapangan. Satu di antaranya, masih ada ribuan personel Bhabinkamtibmas tidak kebagian motor dinas.

Menurutnya, kondisi ini terjadi lantaran keterbatasan dana yang dimiliki kepolisian. Sehingga, upaya untuk bisa melakukan pengadaan kendaraan dinas dibuat secara bertahap dengan menggandeng pemerintah daerah atau pengusaha setempat.

“Masih ada 1.400an Bhabinkamtibmas yang belum memiliki motor dinas, dan sekarang berkurang 160 orang jadi masih ada 1.240 anggota lagi. Mereka para Bhabinkamtibmas yang belum kebagian motor dinas itu harus menggunakan sepeda, atau pakai motornya sendiri ketika bertugas. Sekarang ada bantuan sedikit dari pengusaha, dan beberapa hari kemarin dari Pemprov Jawa Tengah. Diharapkan, petugas Bhabinkamtibmas ini seluruhnya bisa dapat sepeda motor,” kata kapolda di sela penyerahan 160 unit motor kepada anggota Bhabinkamtibmas di halaman Mapolda, kemarin.

Lebih lanjut Rycko menjelaskan, petugas Bhabinkamtibmas yang saat ini mendapat bantuan motor dinas diprioritaskan kepada anggota berprestasi dan wilayah tugasnya memiliki kerawanan tinggi. Karena, tidak jarang anggota Bhabinkamtibmas harus datang lebih dulu di lokasi kejadian.

“Ada anggota Bhabinkamtibmas yang wilayah tugasnya itu cukup jauh bila ditempuh dengan sepeda kayuh. Ada juga yang wilayahnya susah sinyal telepon, ini jadi keprihatinan tersendiri,” pungkasnya. (dealova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *