“Betul dari partai parlemen, sudah sudah terus sharing kita dan terus mengidentifikasi dan terus memastikan partai-partai itu. Yang tadi itu, yang selama ini punya kedekatan komunikasi karena putaran pilpres,” ungkapnya.
Namun demikian, Huda belum ingin membuka parpol apa yang dimaksud karena pihaknya juga menjaga privasi parpol tersebutt. Namun pada waktunya nanti, pihaknya akan membuka ke publik soal parpol mana yang akan bergabung.
“Kita jaga lah, kita jaga, privasi masing masing partai. Jadi belum bisa kita buka. Nanti kalo sudah memastikan koalisi saya kira kita akan buka pada waktunya. Tapi prinsipnya kita terus komunikasi dengan partai partai lain untuk memperlebar dan memperluas koalisi PKB Gerindra ini,” terang Ketua Komisi X DPR ini.
Soal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Huda menjelaskan, jika ada tambahan parpol nanti akan menjadi bagian yang memperkuat koalisi yang sudah dibangun PKB dan Gerindra. Namun, tidak mengubah konfigurasi soal penentuan capres-cawapres yang berada di tangan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar.
“Artinya memastikan ketika ini partai gabung, tambahan ini, partai ini memastikan kita akan bisa menang lebih maksimal,” tandasnya.
Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkap bahwa akan ada dua parpol parlemen akan bergabung.
“Jika dimungkinkan maka 3-4 parpol insyaallah bisa bergabung dalam koaliai Gerindra dan PKB yang bisa beryambah satu sampai dua partai lagi,” kata Muzani, Rabu (2/11/2022). (tim)