Pertahankan Tradisi Lumbung Padi, Banyuwangi Gelar Festival Padi

  • Bagikan
img 20210923 093712
img 20210923 093712

EDITOR.ID, Banyuwangi,- Kabupaten Banyuwangi selama ini telah dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional yang selalu surplus 300.000 ton beras setiap tahunnya.

Sebagai semangat mempertahankan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Banyuwangi menggelar Festival Padi di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Festival ini digelar di atas lahan pertanian seluas 3 hektar, tepatnya di Dusun Rembang, Desa Banjar yang berada di lereng Gunung ijen.

Festival Padi digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, sesuai yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri.

”Banyuwangi sudah dikenal sebagai salah satu lumbung padi. Festival Padi ini menanamkan semangat kepada kami, baik pemerintah daerah maupun pemerintah desa untuk mempertahankan LP2B,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, mengutip banyuwangikab.go.id Rabu, (22/09).

Dalam kesempatan itu, Ipuk mengapresiasi Desa Banjar yang telah memiliki peraturan desa yang mengatur pemanfaatan lahan efektif di areal pertanian maupun perkebunan.

Berdasarkan perdes setempat, kawasan pertanian di desa yang bisa digunakan untuk lahan efektif (bangunan tertutup) hanya 1 persen dari lahan yang ada, sementara di kawasan perkebunan, maksimal 5 persen dari lahan yang ada.

“Saya mengapresiasi Desa Banjar, semoga kawasan ini tetap terjaga. Saya titip ya Pak Kades,” ujar Ipuk kepada Kades Banjar Sunandi yang juga hadir.

Lahan pertanian di area itu pun disulap menjadi arena festival yang menarik. Di lahan itu, ditunjukkan rangkaian proses dan menanam padi secara tradisional maupun modern. Masyarakat diperlihatkan bagaimana petani membajak sawahnya secara manual menggunakan kerbau, maupun secara modern menggunakan mesin traktor. Termasuk cara memanen padi.

“Festival padi adalah cara kita memberikan dukungan di sektor pertanian. Sektor pertanian adalah penyumbang perekonomian Banyuwangi terbesar saat ini, dengan kontribusinya sekitar 30 persen,” tutur Ipuk.

Menariknya, di sekeliling pematang sawah juga ditanami bunga yang tergolong refugia yang berfungsi mengalihkan perhatian hama dan serangga. Walhasil, hamparan sawah di kawasan itu terlihat berwarna warni, campuran warna hijau padi dan aneka bunga. (Tim)

 4,763 Total Pengunjung,  12 Pembaca Hari ini

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan