Settia

Penanganan Hukum Tak Sesuai Harapan, Siang ini Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Bakal Datangi Bareskrim Polri

Anjar dan rombongan sudah tiba di salah satu hotel di Jakarta. Nantinya, sekitar pukul 13.00 WIB, mereka akan menyambangi Komnas HAM. Namun, belum dipastikan kapan dia akan menyambangi Bareskrim Polri.

Jakarta, EDITOR.ID,- Luka dan duka arek-arek Aremania, suporter Arema FC Malang belum benar-benar sembuh dari Tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan. Apalagi penanganan hukum yang dilakukan aparat kepolisian tak sesuai harapan. Tragedi yang menewaskan 135 penonton bola ini seolah tenggelam dari perhatian serius aparat penegak hukum di tanah air.

Banyak pelaku yang harus bertanggung jawab dan berpotensi menjadi tersangka tapi hingga kini tak ada kabarnya lagi.

Akibat dari tragedi kemanusiaan yang penanganan hukumnya tak maksimal, ratusan Aremania bersama keluarga korban Tragedi Kanjuruhan akan mendatangi Gedung Bareskrim Polri. Mereka bergerak dari Jawa Timur ke Jakarta untuk mencari keadilan atas insiden maut yang menewaskan ratusan teman-teman mereka sesama Aremania.

“Kami akan bergerak ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komnas HAM, Ombudsman, LPSK, Mabes Polri. Waktunya nanti disesuaikan lagi antara hari Kamis-Sabtu,” kata Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) Anjar Nawan Yusky saat dikonfirmasi, Kamis, (17/11/2022)

Anjar dan rombongan sudah tiba di salah satu hotel di Jakarta. Nantinya, sekitar pukul 13.00 WIB, mereka akan menyambangi Komnas HAM. Namun, belum dipastikan kapan dia akan menyambangi Bareskrim Polri.

“Tapi ke Bareskrim masih tentatif. Karena kita akan audiensi ke lembaga/komisi negara dulu. Bisa jadi kalau cukup waktu nanti sore atau malam ke Bareskrim atau bisa jadi besok pagi (Jumat, 18 November 2022),” ungkapnya.

Sebelumnya, 50 orang berangkat sebagai perwakilan korban Tragedi Kanjuruhan menuju sejumlah lembaga negara di Jakarta. Meliputi, DPR, Komnas HAM, KPAI dan Bareskrim Mabes Polri.

Salah satu ibu korban tewas Tragedi Kanjuruhan, Astri Puji Rahayu, mengatakan keberangkatannya menuju Jakarta untuk mencari keadilan.

Menurut Astri, penanganan kasus Tragedi Kanjuruhan dinilai cukup lambat. Bila tak dikawal, kata dia, maka penanganan kasus tidak akan terselesaikan selamanya.

Tragedi kemanusiaan Kanjuruhan terjadi pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Insiden terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. Aremania turun ke lapangan setelah Arema dinyatakan kalah dengan skor 2-3. Ratusan penonton saling terinjak saat akan keluar stadion.

Sedikitnya 135 orang tewas yang menurut investigasi Komnas HAM dan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta, diduga sebagian disebabkan penggunaan gas air mata oleh aparat. (Tim)

Leave a Reply