Pasar Dungus Madiun Terbakar, Puluhan Kios Hangus Pedagang Panik

Api langsung membesar lantaran umumnya kios berisi barang dagangan yang mudah terbakar seperti sembako, pakaian, kain, plastik dan lainnya.

Madiun, EDITOR.ID,- Pasar tradisional Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang berada di Kecamatan Wungu, terbakar hebat, Ahad sore (03/09). Puluhan kios semi permanen dilaporkan diobrak abrik api, hingga menjadi arang.

Sumber api yang diperkirakan muncul dari kios sisi belakang pasar itu, langsung merambat cepat menjilat deretan kios lainnya.

Api langsung membesar lantaran umumnya kios berisi barang dagangan yang mudah terbakar seperti sembako, pakaian, kain, plastik dan lainnya.

Awalnya saat pertama kali kemunculan api, para pedagang bersama warga setempat berusaha langsung memadamkannya. Menggunakan peralatan seadanya dengan air sumur, sungai maupun PDAM namun tak kuasa.

“Belum tahu kebakaran itu akibat korsleting listrik atau kompor atau yang lain. Tapi bongkahan asap membumbung ke atas. Dan langsung banyak kios yang terbakar”, tutur warga di lokasi kejadian.

Tak sedikit para pedagang yang lokasi kiosnya masih jauh dari api, langsung berusaha menyelamatkan bermacam barang dagangannya.

Bermacam macam dagangan itu disingkirkan sekenanya saja. Di pinggir-pinggir jalan. “Yang penting selamat dulu, Mas”, ujar warga yang menyelamatkan dagangan.

Kobaran api baru bisa dipadamkan petugas Damkar Kota Madiun menjelang petang. Petugas menurunkan dua unit mobil Damkar dan satu unit mobil tangki 10 ribu liter.

“Sudah dipadamkan, Mas. Tinggal pendinginan saat ini. Kami menurunkan dua mobil Damkar dan satu unit mobil tangki”, terang Pipit, petugas BPBD setempat.

Sementara Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Danang Eko Abrianto, membenarkan terbakarnya Pasar Dungus tersebut.

Meski begitu pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. “Kami saat ini belum tahu apa penyebabnya”, jelas AKP Danang Eko.

Tidak ada laporan mengenai timbulnya korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Saat ini aparat kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Memasang garis polisi dan memintai keterangan beberapa saksi mata yang mengetahui kejadiannya. (fin)