Settia

Mencoba Bangkit dari Keterpurukan

Allah berfirman :

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada [pula] benci kepadamu [1], (3) dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan [2]. (4) Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu [hati] kamu menjadi puas. (5) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. (6) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung [3], lalu Dia memberikan petunjuk. (7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. (Surah Ad Dhuha ayat 2 sd 7)

Edi Winarto termasuk sosok yang sangat mempercayai dan menjadikan isi dari kitab Al Quran sebagai pedoman dan panduan hidup bagi dirinya. Termasuk ketika dia diuji dengan posisi di titik nadir.

Edi Winarto masih sangat optimis bahwa posisi titik nadir itu bukan dari akhir namun baru permulaan bahwa Allah akan memberikan dirinya kehidupan yang lebih baik sebagaimana ia yakini dalam Surah Ad Dhuha yang selalu ia baca dalam setiap menjalankan ibadah Sholat.

Dan hal itu bukan cerita kosong belaka. Terbukti baru sebulan menjalani profesi sebagai pengemudi ojek online, Edi Winarto seperti mendapat Karomah dari Allah SWT.

Tiba-tiba ia ditemui seorang pengusaha yang juga mantan karyawan di televisinya. Mantan pegawainya itu tak akan pernah melupakan jasa kebaikan Edi Winarto. Maka ketika ia sukses berbisnis yang teringat dalam benaknya bahwa ilmu media yang sekarang menjadikan dirinya berkecukupan didapatinya dari Edi Winartio saat bekerja di perusahaan.

Maka si karyawan yang kini jadi bos puluhan radio itu kemudian mengajak Edi Winarto membangun bisnis konten radio. Temannya pengusaha ini memiliki radio hingga 60 radio dan jaringannya hingga 100 radio. Radio-radio itu butuh konten dan pengembangan usaha.

Disinilah Edi Winarto kembali berkiprah menjadi orang media kembali, menjadi wartawan yang mengelola konten berita radio untuk ditayangkan di 100 radio. Ia dipercaya sebagai CEO PT BMN (Bersama Media Network) semacam kantor berita yang mengelola konten berita untuk bahan tayangan 100 radio jaringannya.

Pria penyuka makanan bakso ini juga aktif mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Interstudi sebagai dosen.

Ia juga masih menjabat Komisaris di PT Mataram Cakrawala Televisi Indonesia, sebuah perusahaan televisi lokal di Jawa Tengah.

Edi Winarto benar-benar sangat aktif. Ia juga masih diminta kantor Lawyernya menjadi kuasa hukum sejumlah kasus pertanahan. (Bersambung)

FB : @ediwinartopsi

#ediwinarto

Leave a Reply