Settia

Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia Kena Serangan Jantung

Semasa hidup, Lieus pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (PARTI), Wakil Bendahara Depinas SOKSI (Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) periode 1986-1991, Ketua di DPP AMPI (Angkatan Muda Pembaruan Indonesia), dan DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia).

Jakarta, EDITOR.ID,- Kabar duka cita datang dari tanah air. Aktivis sekaligus tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma dikabarkan meninggal dunia beberapa saat lalu, Selasa (24/1/2022) malam ini.

Lieus meninggal di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Kabarnya akibat terkena serangan jantung mendadak. Dan tak disangka-sangka.

Kabar yang beredar, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) itu disebut meninggal di RS Pondok Indah, Bintaro, Jakarta akibat serangan jantung.

Pemilik nama asli Li Xue Xiung yang lahir di Cianjur, Jawa Barat, 11 Oktober 1959, ini disebutkan menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 21.00 WIB di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya.

Jenazah Lieus akan disemayamkan di Rumah Duka Heaven, Pluit, Jakarta Utara, untuk kemudian dikremasi.

“Telah meninggal dunia sahabat kita pejuang tangguh Lieus Sungkarisma. Semoga damai di sisi-Nya. Selamat jalan sahabat. Terima kasih atas kebersamaan kita selama ini,” sebut aktivis senior Syahganda Nainggolan menyampaikan kabar duka tersebut, Selasa (24/1/2022) malam.

Lieus selama ini diketahui cukup vokal mengkritik kebijakan pemerintah. Pria berbadan gempal ini juga dikenal dermawan melalui “Warung Makar”, Lieus ingin membantu sesama yakni memberikan makanan gratis.

Semasa hidup, Lieus pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (PARTI), Wakil Bendahara Depinas SOKSI (Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) periode 1986-1991, Ketua di DPP AMPI (Angkatan Muda Pembaruan Indonesia), dan DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia).

Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabuddhi) pada tahun 1985, Ketua Perhimpunan Pengusaha Tionghoa DKI Jakarta dan Ketua Umum Multi Culture Society, sekaligus Wakil Presiden The World Peace Committee. Ia juga mengelola tabloid bernama Naga Post. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *