Settia

Laki-Laki di Polresta Solo Dijemput Ambulans, Pelaku Penipuan Ojol?

Surakarta – Seorang laki-laki di Polresta Solo dijemput ambulans RSUD Kota Solo, Selasa (7/4/2020) malam, atau tak lama setelah terungkapnya penipuan driver ojol. Petugas ambulans RSUD Kota Solo itu menjemput dengan mengenakan alat pelindung diri atau APD lengkap.

Belum ada penjelasan mengapa laki-laki tersebut dijemput dan apakah terkait virus corona atau tidak. Mobil ambulans RSUD Kota Solo merapat di depan Satreskrim Polresta Solo, Selasa (7/4/2020) malam pukul 20.00 WIB. Dua awak ambulans langsung turun dari mobil setiba di lokasi.

Yang tak biasa, kedua awak ambulans RSUD Kota Solo itu menjemput laki-laki tersebut mengenakan APD lengkap dengan masker penutup mulut dan hidung. Setelah menunggu sekira tujuh menit, seorang laki-laki yang ditunggu keluar dari ruang Satreskrim.

Mereka pun langsung masuk ke mobil ambulans dan meninggalkan Polresta Solo. Tak ada penjelasan lebih lanjut siapa laki-laki yang dijemput tersebut.

Lelaki yang dijemput ambulans itu merupakan tersangka kasus penipuan driver ojol Purwokerto-Solo. Tersangka batuk-batuk sehingga dijemput ambulans.

Kabar yang beredar, laki-laki tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Entah bagaimana ceritanya dia berada di Purwokerto dan hendak pulang ke Solo. Sesampainya di rumahnya di Solo, dia ditolak keluarga serta lingkungannya dan diminta untuk menjalani karantina.

Karena itu, dia bergegas menuju Grha Wisata, Sriwedari, yang menjadi lokasi karantina bagi orang yang baru saja tiba di Solo. Namun kemudian muncul informasi laki-laki itu diduga pelaku penipuan terhadap driver ojol sehingga diserahkan ke polisi. Belum ada konfirmasi atas informasi ini.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai, mengonfirmasi penjemputan itu. Namun dia tidak menjelaskan siapa laki-laki yang dijemput ambulans tersebut, apakah terkait penipuan ojol Purwokerto-Solo atau tidak. “[statusnya] Masih didalami,” kata Andy.

Sedangkan soal kenapa laki-laki tersebut dibawa dengan mobil ambulans RSUD Kota Solo oleh petugas dengan APD, Kapolres hanya menjawab singkat.

“Kita periksa kesehatannya ke RS,” jawab Kapolres via pesan Whatsapp.

Penipuan Driver Ojol

Sebelumnya diberitakan Solopos.com, seorang driver ojol bernama Mulyono, 59, warga Kalibagor, Banyumas, menjadi korban penipuan oleh penumpang. Pada Sabtu (4/4/2020) siang, Mulyono dibangunkan oleh seorang laki-laki yang memintanya mengantar ke Solo.

Aplikasi Gojek tidak memungkinkan order antar penumpang lebih dari 30 kilometer (km). Sebagai jalan tengahnya order itu dilakukan secara offline. Mulyono yang baru sekitar 4-5 bulan bekerja menjadi ojol di Banyumas menerima tawaran itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *