KSAD Pastikan TNI-Polri Akan Turun Jika Reuni 212 Bikin Kekacauan

ksad jenderal tni dudung abdurachman foto akun youtube setpres
ksad jenderal tni dudung abdurachman foto akun youtube setpres

EDITOR.ID, Jakarta,- Penolakan berbagai pihak atas penyelenggaraan acara aksi Reuni 212 cukup beralasan. Karena selain bisa membahayakan adanya penularan ditengah Pandemi Covid-19, suasana yang sudah kondusif dalam pemulihan ekonomi juga menjadi pertimbangan.

Oleh karena itu dalam sebuah wawancaranya di akun Podcast Deddy Corbuzier di media sosial Youtube, Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memastikan bahwa TNI-Polri akan turun tangan jika acara Reuni 212 terjadi kekacauan.

Selama ini TNI-Polri sudah kerap berkolaborasi dalam banyak kegiatan di masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Dudung ketika menjadi narasumber dalam podcast Deddy Corbuzier yang diunggah, Selasa (30/11/2021). “Turun lah TNI, pasti dengan polisi. Pasti polisi dengan TNI, polisi meminta bantuan pasti,” kata Dudung.

Jenderal bintang empat ini mempertanyakan mengapa harus takut dengan kelompok Reuni 212. Menurut dia, selama ini TNI-Polri diterjunkan untuk selalu bersama-sama masyarakat.

“Kita selama ini berkolaborasi dengan mereka. Kenapa kita harus takut sama itu (Reuni 212),” ujarnya.

Karena saat ini masih dalam suasana adanya pengendalian Pandemi Covid membuat pihak Mabes Polri sampai saat ini belum menerbitkan izin pelaksanaan acara itu.

Ditempat terpisah Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menuturkan Polri tak bisa sembarangan untuk menerbitkan izin keramaian.

Menurutnya, penerbitan izin harus meminta rekomendasi dari berbagai pihak, apalagi saat ini tengah dalam suasana pandemi Covid-19.

Reuni Akhirnya Digelar di Masjid Az Zikra

Adanya berbagai penolakan dari masyarakat terkait aksi demo Reuni 212 membuat panitia Reuni 212 akhirnya memindahkan acara. Reuni yang sedianya akan dilaksanakan di Lapangan Monas Jakarta dipindahkan ke Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 2 Desember 2021.

“Setelah mendengar masukan dari para Ulama dan Tokoh 212 serta paparan dari pihak lainnya, maka panitia Reuni Akbar 212 memutuskan : Pelaksanaan Reuni 212 Tahun akan diadakan secara terbatas dengan menerapkan Protokol Kesehatan di Masjid Az Zikra Sentul, Bogor, Jawa Barat, sekaligus doa bersama untuk Almarhum Ust Ameer Azzikra putra alm KH M Arifin Ilham, dan disiarkan secara virtual dan live streaming,” bunyi keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/11/2021).

Keterangan tertulis itu disampaikan oleh Steering Committee Reuni 212, Slamet Ma’arif. Seluruh peserta reuni diminta menjaga prokes.

Slamet menyampaikan keputusan ini dibuat setelah mendengarkan saran dari beberapa pihak. Sebelumnya, panitia 212 juga sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak agar Reuni 212 bisa digelar di bundaran patung kuda, Jakarta Pusat. (tim)