Kemlu RI Himbau WNI di Israel dan Palestina Segera Tinggalkan Wilayah Itu

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) mengeluarkan himbauan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Palestina ataupun di Israel untuk segera meninggalkan kedua wilayah itu -- yang kini sedang terjadi konflik sulit diprediksi situasinya. Himbauan tersebut disampaikan sehubungan kedua wilayah itu dalam situasi perang antara Pemerintah Israel dengan kelompok Militan Hamas yang masih semakin memanas.

Serangan dari darat, laut serta udara — dimulai dengan tembakan lima ribu roket, dengan disusul penyusupan milisi Hamas ke wilayah Israel.

Hingga hari ini Selasa (9/10), dikabarkan oleh instansi yang berwenang kedua belah pihak — ada lebih dari 800 orang dinyatakan meninggal dunia, dan ribuan korban terluka – hingha saat ini masih dirawat dirumah sakit, serta dikabarkan pula ada ratusan warga Israel diculik oleh Hamas — dimungkinkan mereka yang diculik dijadikan sandera.

Kalau Hamas menyebut serangannya adalah “Operasi Badai Al Aqsa,”. sedangkan Israel membalas dengan mendeklarasikan perang dengan nama sandi operasi “Pedang Besi”.

Lebih detailnya lagi situasi perkembangan paling terakhir — sejak Hamas meluncurkan serangan udara dan tembakan artileri ke wilayah Israel — di kabarkan menewaskan 687 orang. Dan ada sekira 3.726 warga Palestina lainnya terluka.

Diketahui jumlah WNI di Palestina 45 Orang dan di Israel Ada 230

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha mengumumkan jumlah WNI yang kini diyakini keberadaannya masih di Palestina, baik di Gaza maupun di Tepi Barat, tercatat sebanyak 45 orang.

Dan ada sejumlah WNI — diketahui 230 WNI, mereka saat ini sedang wisata religi di berbagai titik di wilayah yang kini sedang konflik berperang.

Dari keterangan Judha tersebut, tidak menyebut WNI yang menjadi korban akibat peperangan antara Kelompok Hamas dan Israel.

Yudha mengklaim, pihak Pemerintah Indonesia segera akan mengupayakan evakuasi terhadap WNI yang masih berada di jalur Gaza dan Tepi Barat.

Hal tersebut juga telah resmi diucapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto Prabowo di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta Pusat, Senin (9/10/2023) malam.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: