Settia

Jumlah Pemudik di Batang Capai 9.000 Orang

Batang – Bupati Batang Wihaji minta semua desa di Kabupaten Batang mendirikan isolasi mandiri, untuk menampung sementara pemudik, sebagaimana di lakukan Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Bupati mengatakan hal itu terkait dengan membludagnya jumlah pemudik di Batang mencapai 9.000 orang.

“Mereka yang tercatat oleh petugas menggunakan kendaraan angkutan umum, sehingga tidak menutup kemungkinan banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi tidak tercatat oleh petugas di posko covid-19. Oleh karena itu saya minta semua desa yang ada di Batang meniru Desa Pacet yang mendirikan isolasi mandiri dengan menyiapkan tempatnya. Kalau urusan makan Pemkab siap bantu,” kata Wihaji, saat membagikan masker di Posko penanganan covid-19, Desa Keborangan, Kecamatan Subah, Selasa (7/4).

Dikatakan, dengan melokalisasi para pemudik untuk 14 hari ke depan di desa tujuan, agar pemerintah lebih mudah memonitor mereka sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Saat sekarang warga Batang (yang merantau) di zona merah pulang ke Batang. Mudik boleh dengan cacatatan, penting dan mendesak serta harus lapor ke RT, agar dapat pemeriksaan di Posko covid-19 di desanya. Hari ini, kita butuh kesadaran betul dari warga Batang untuk bisa mematuhi anjuran pemerintah dan protokol kesehatan,” ujar Wihaji.

Kalau tidak hati-hati, imbuh Wihaji, semua akan repot. “Tiga dokter di Batang sudah positif corona hasil rapid test. Maka saya minta kesadaran masyarakat, patuhi anjuran pemerintah dan protokol kesehatan, karena tenaga medis kita terbatas begitu juga dengan sarprasnya,” pungkas Wihaji.

Sementara itu, Kapolres Batang, AKBP Abdul Waras, yang ikut dalam kunjungan ke posko covid-19 menambahkan, hasil pantauan Polres Batang tingkat kesadaran masyarakat dalam pencegahan pandemi covid-19 sudah ada peningkatan. Namun anak mudanya yang masih membandel berkerumun.

“Usia remaja dan pelajar yang masih butuh edukasi tentang penularan covid-19, karena mereka merasa sehat sehingga tetap keluar rumah, berkerumun untuk hal yang tidak penting,” katanya.

Kapolres meminta peran orang tua untuk memberikan pengertian kepada anaknya, karena orang sehat pun rentan sebagai pembawa virus yang disebut OTG (Orang Tanpa Gejala), menularkan ke orang lain. (dealova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *