Settia

Inilah Kandidat Suksesor Risma

EDITOR.ID, Surabaya,- Pemilihan calon walikota Surabaya menjadi salah satu ajang kontestasi yang cukup menyita perhatian publik di tanah air. Selain munculnya banyak tokoh nasional ikut bertarung, harapan publik terhadap perubahan yang ditawarkan calon pemimpinnya sangat besar.

Pasalnya, gaung isu kota Pahlawan selama ini menjadi perhatian nasional karena memiliki ikon Ibu Risma. Sosok pemimpin daerah yang namanya sudah menasional dan memiliki karakter ketokohan yang kuat. Oleh karena itu calon pemimpin Surabaya generasi berikutnya adalah sosok yang bisa diterima semua kalangan.

Publik Kota Surabaya pun masih penasaran. Dari nama-nama yang kini sudah beredar, siapakah tokoh yang memiliki karakter kuat dan daya magnet sebagai kandidat pemimpine arek-arek Suroboyo.

Berhitung dari kekuatan politik sebelumnya, PDI Perjuangan masih menjadi satu-satunya partai yang selalu mampu menempatkan jagonya memenangkan Pemilihan Calon Walikota di Kota Surabaya. Sehingga dengan jejak rekam positif, PDI Perjuangan diramal akan lebih mudah mengantar kandidatnya memenangkan Pilwakot dibanding partai lain.

Tapi yang masih ditunggu-tunggu oleh publik, siapakah tokoh yang layak dan pantas untuk diusung oleh partai besutan Bu Mega?

Kejutan besar dilontarkan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya Aldian Dwi Pamungkas. Aktivis mahasiswa ini diluar prediksi banyak kalangan, justru menjagokan cucu Bung Karno Puti Guntur Soekarnoputri sebagai suksesor untuk meneruskan tongkat estafet dari Tri Rismaharini.

“Kota Surabaya adalah kandang Banteng, siapapun yang dicalonkan dari PDI Perjuangan kansnya akan kuat, karena mesin politik partai ini berjalan bagus. Selain itu kota Surabaya menjadi salah satu kekuatan basis massa PDI Perjuangan selain Solo,” ujar mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) ini.

Aldian berpendapat nama cucu Bung Karno ini adalah salah satu tokoh yg harus diperhitungkan. ketokohan Puti punya daya magnet kuat dibanding sejumlah nama yang sudah terpublikasi di bursa bakal calon walikota.

“Selain punya aura yang kuat Puti punya basis massa dari kontestasi Pilgub tahun lalu,” katanya.

Menurut beberapa lembaga Survey dengan calon yang ada PDI Perjuangan berpotensi kalah bila internal partainya tidak solid. “Sehingga menurunkan Puti Guntur sebagai calon adalah langkah strategis justru untuk menyatukan faksi-faksi yang bertikai didalam PDI Perjuangan,” kata politisi muda ini.

Dorongan Aldian kepada PDI Perjuangan untuk mengusung kandidat Puti Guntur Soekarnoputri juga bertujuan untuk memelihara elektabilitas cucu Bung Karno tersebut.

“Bila tahun 2024 dia harus maju untuk bertarung di Pilgub Jatim karena hampir pasti Khofifah akan diajak untuk menjadi Cawapres sementara Jatim kehilangan orang kuat dan menjadi peluang besar PDI Perjuangan untuk bisa meraih kursi Gubernur sepeninggal Khofifah,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *