Settia

IAC-19 Lahirkan Relawan Berani Mati Untuk Stop Penyebaran COVID-19

Tim IAC-19 dalam pembagian makanan siang gratis teteap berlandaskan prosedur physical Distancing yang baik

EDITOR.ID,Jakarta,-

Negara dalam keadaan darurat untuk penanganan penyebaran pandemi Covid-19 yang menyebabkan lumpuhnya hampir semua sektor perekonomian baik formal maupun informal. Semua bertahan dalam ketidak pastian sampai kapan ini penyebaran virus ini berakhir.

Namun disaat seperti ini,muncul para relawan-relawan yang berani mati dalam membantu untuk penanganan penyebaran virus Korona ini. Indonesian Againts Covid-19 (IAC-19) adalah merupakan turunan dari Gugus Tugas Covid-19 yang mempunyai 35 kumpulan komunitas yang diantaranya Wartawan Reaksi Cepat (WRC) diketuai oleh Aldi Alamsyah, pada Hari Sabtu (18/04/2020) siang tadi membagikan makanan siang gratis didaerah sekitaran terminal Blok M untuk para supir baik taksi,ojek pangkalan,tukang bajaj,pedagang kaki lima. Program ini diadakan oleh Gugus Tugas Covid-19 dengan pelaksana IAC-19 dalam pembagiannya dengan ratusan relawan melalui lima tahapan training dengan baik yang dilakukan secara Video Conference Call Zoom via aplikasi android.

“Kami mempunyai 35 Komunitas yang bernaung didalamnya dengan ratusan posko beserta Rumah Isolasi yang rencananya akan ditetapkan beberapa minggu kedepan,”papar Sekretaris IAC-19 Hubert Marpaung kepada EDITOR.ID.

“Program awal dengan pembagian makan siang gratis kepada mitra kerja sektor informal sampai sebulan kedepan,”tambah Hubert.

Ketua WRC Aldi Alamsyah menambahkan,”kami memilih pembagian makanan didaerah strategis yang banyak dilalui oleh para supir maupun pedagang yang sekarang mengalami kesulitan ekonomi sehingga Gugus Tugas menugaskan kami untuk memberikan makanan yang higienis dan bergizi tiap siang hari,”ujar Aldi.

Pada saat program ini berlangsung dihadiri oleh Koordinator Rumah Isolasi Hubert Abner Matulessy dan Supporting Function Komunikasi Publik Idham Kurniawan pada saat terik siang yang tidak menghalangi pembagian makan siang gratis ini diterima secara antusias oleh para pekerja harian (sektor infomal).

Pembagian makanan grat

“Walau kami mengundang banyak orang untuk mengambil makan siang gratis ini, kami mengutamakan prosedur Physical Distance (jaga jarak) dengan membuat garis diaspal dengan kapur tulis menjadi batas antar individu yang ingin mengambil makan siang ini,”jelas Decky Abner Matulessy.

Pembagian makanan siang gratis ini dibagikan kepada seratus pekerja informal yang rata-rata supir bajaj,ojek pangkalan, ojek daring(ojol) dan pedagang kaki lima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *