Gaji Puluhan Juta Oknum Petinggi Pertamina Cabuli Siswi SMP

ilustrasi
ilustrasi

EDITOR.ID, Batam,- Pria sukses dalam hidupnya sebagai petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini hidupnya harus berakhir tragis! Gejolak nafsu binatangnya membawanya mendekam di penjara dan terancam dipecat tempatnya bekerja.

Zona nyaman, bergaji besar Rp 30 juta per bulan membuat TNM lupa diri. Uang yang berlebih membuatnya ingin bisa “membeli” apa saja. Termasuk wanita.

Ia ditangkap aparat kepolisian dan dijebloskan ke tahanan setelah ia “mempermain: seorang gadis yang masih hijau dan gadis, salah satu siswi SMP di Kota Batam. Tega benar! petinggi Pertamina Sambau ini mencabuli anak gadis yang masih belia dan punya masa depan panjang.

Pihak PPA Polresta Barelang langsung meringkus pria berusia 44 tahun itu. Saat penangkapan berlangsung, pelaku ternyata sedang berlibur bersama sang istri di sebuah kamar hotel di Kota Batam.

Ketika itu, aparat kepolisian menangkap pelaku saat sedang bersama istrinya berada dalam kamar. Sang istri menengok suaminya yang bertugas di Pulau Sambau. Karena sehari-harinya, pelaku tinggal di rumah dinas milik Pertamina di Pulau Sambau.

Sang istri sampai tutup telinga

Ketika pihak kepolisian menginterogasi pelaku, sang tak kuasa mendengar cerita suaminya sampai harus menutup telinganya.

Pelaku menceritakan kepada polisi bagaimana kekejaman yang ia lakukan terhadap seorang siswi SMP yang masih berusia 12 tahun.

Korban mengandung 5 bulan

Aksi pencabulan pelaku akhirnya terkuak ketika korban mengeluh sakit kepada orang tuanya yang langsung membawanya ke dokter.

Betapa terkejutnya, sang anak ternyata tengah hamil 5 bulan dan saat itu sudah mengkonsumsi obat penggugur kandungan.

Korban lantas mengaku hamil karena perbuatan om-om yang bekerja sebagai petinggi Pertamina.

Orang tua korban yang tidak terima kemudian melaporkan petinggi perusahaan BUMN itu ke polisi.

Berkenalan di sebuah acara

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan membenarkan bahwa keduanya berkenalan dalam sebuah acara.

Reza menuturkan saat itu korban menjadi model dalam acara Fashion Show di salah satu hotel di Batam.

Pelaku yang tertarik dengan korban lantas mencari nomor kontaknya melalui resepsionis hotel.

Setelah itu, komunikasi keduanya berjalan lancar dan mereka pun sering jalan bareng hingga melakukan hubungan terlarang.

Berhubungan di dalam mobil dinas

Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka pertama kali melakukan hubungan intim di dalam mobil dinas miliknya.

Sebagai petinggi Pertamina Sambau, pelaku memang mendapatkan fasilitas berupa rumah hingga mobil dinas.

Dia mengaku saat itu mereka usai jalan-jalan kemudian ia pun melakukan aksi bejatnya di dalam mobil yang berada di parkiran mal.

Beri uang jajan Rp300 ribu

Setelah melancarkan aksi tersebut, pelaku pun mengantarkan korban pulang dan memberinya uang jajan Rp300 ribu.

Merasa ketagihan, pelaku pun kembali menghubungi korban beberapa hari setelahnya.

Kali ini, pelaku mengajak korban ke sebuah kamar hotel dan kembali melakukan hubungan layaknya suami istri.

Pelaku lupa telah berhubungan badan berapa kali

Kepada penyidik, pelaku mengaku tidak ingat sudah melakukan aksi bejat tersebut sebanyak berapa kali.

Menurutnya, sejak mengenal korban pada Februari 2021, ia sudah terlalu sering melakukannya sehingga lupa.

Pelaku beli obat penggugur kandungan

Pelaku yang kini sudah berstatus tersangka itu juga sempat membeli obat penggugur kandungan melalui internet.

Saat itu, ia memaksa korban mengkonsumsi obat tersebut untuk menutupi kesalahannya.

Korban yang tengah hamil 5 bulan itu akhirnya melahirkan bayinya lebih cepat karena mengkonsumsi obat tersebut.

Korban melahirkan namun bayinya meninggal dunia

Setelah meminum obat penggugur kandungan, korban melahirkan bayi saat usia kehamilannya baru menginjak 5 bulan.

Reza menyebut bayi tersebut sempat lahir namun kemudian tidak tertolong karena tubuhnya yang terlalu kecil.

Gaji Pelaku Rp30 Juta

Sebagai petinggi di salah satu perusahaan pelat merah, tentu gaji pelaku juga bernilai fantastis.

Berdasarkan penyidikan, gaji pelaku sebagai petinggi Pertamina Sambau ini mencapai Rp30 juta per bulan.

Tak hanya itu, ia juga mendapatkan sejumlah tunjangan serta fasilitas rumah dan mobil untuk bekerja. (tim)