Settia

DPRD Bentuk Pansus Bahas LKPJ Gubernur Jatim 2019

EDITOR.ID – Surabaya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Jawa Timur (Jatim) membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Jawa Timur 2019.

Pansus ini dibentuk setelah Gubernur Khofifah Indar Parawansa membacakan LKPj 2019 dihadapan Ketua, dan anggota DPRD Jatim, Senin (13/4/2020).

Setelah rapat paripurna, Pansus LKPj Gubernur 2019 langsung menggelar rapat untuk menentukan ketua Pansus LKPj Gubernur Jatim 2019 di ruang rapat paripurna yang langsung di pimpin oleh wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah.

“Untuk pansus LKPj gubernur Jatim 2019 ini sesuai kesepakatan semua fraksi di DPRD Jatim. Maka langsung dipimpin dari Fraksi Gerindra Jatim yaitu Rohani, Wakil Ketua Pansus yaitu, Sri Subianti dari Fraksi Demokrat, dan Wakil Kedua yaitu dari Fraksi Golkar, Kodrat Sunyoto, “ujar Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah ditemui usai rapat pansus.

Sementara itu Ketua Pansus LKPj gubernur Jatim 2019, Rohani mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang para OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) Pemerintah Propinsi (Pemprop) Jatim untuk membahas lebih lanjut LKPj 2019.

Tapi dalam pembahasan sekilas bersama pansus dalam laporan LKPJ yang disajikan gubernur kepada DPRD Jatim juga tak dilengkapi data yang akurat.

Oleh karena itu pihaknya sebelum membahas bersama OPD pihak pansus akan mengundang BPS untuk mencocokkan data LKPj.

“Dengan dibahas secara periodik ini bisa menghasilkan LKPj yang bagus dan kebijakan yang tepat sasaran,”harap Rohani.

Sementara iti Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pendapatan daerah Pemprop Jatim sebesar Rp 33,42 triliun terealisasi 100,08 persen atau sebesar Rp 33,45 triliun.

Lalu, belanja daerah yang direalisasikan sebesar Rp 34 triliun atau sebesar 89,48 persen dari rencana sebesar Rp 38 triliun.

“Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 19,32 triliun, dana perimbangan sebesar Rp 17,94 triliun, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 186,39 miliar,” urai Khofifah.

Adapun pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, kata dia, selama kurun waktu 2019 melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yakni di angka 5,52 persen. Pertumbuhan nasional Indonesia berada di kisaran, 5,02 persen.

Sementara capaian PDRB per kapita tahun 2019 juga meningkat sebesar 6,89 persen, dari 55,43 Juta (tahun 2018) menjadi 59,25 Juta (tahun 2019). Artinya secara merata, tingkat kesejahteraan masyarakat Jawa Timur juga mengalami peningkatan.

Kinerja perekonomian yang membaik tersebut, lanjut Khofifah, juga diiringi kinerja inflasi Tahun 2019 yang cukup terkendali. Laju Inflasi tahun kalender sampai dengan Bulan Desember 2019 mencapai 2,12 persen, lebih rendah dibanding Inflasi tahun kalender bulan Desember 2018 sebesar 2,86 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *