Settia

Divestasi Freeport Hebohkan Investor Bursa Saham AS

EDITOR.ID, Jakarta,- Pengambil alihan atau divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) dari tangan Freeport McMoran, Amerika bukan rekayasa atau pencitraan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, divestasi tersebut dilakukan secara terbuka dan transparan sesuai norma pasar modal internasional. Bahkan pengambil alihan saham tambang emas di Papua ini mengejutkan para investor dan pialang saham di Bursa Saham Amerika.

Demikian disampaikan pengamat pasar modal Vincentius Adi Hartono di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Pandangan ini sekaligus mementahkan berbagai tudingan miring dan ketidakpahaman sejumlah pihak, termasuk kalangan politisi terhadap isu divestasi Freeport dikaitkan dengan masalah pasar modal dan pengambil alihan perusahaan.

Pengambilalihan saham Freeport Indonesia (FI) oleh PT Inalum diawali dengan Head of Agreement (HoA) dengan pemilik mayoritas saham perusahaan, Freeport Mc Moran secara terbuka dan diliput media massa. Perjanjian itu dalam rangka pembelian saham PT Freeport Indonesia (PTFI), sehingga kepemilikan RI di perusahaan tersebut mencapai 51 persen.

“Sebagai perusahaan publik yang sahamnya sudah terdaftar di New York Stock Exchange, Freeport Mc Moran tentu akan dimintai laporan secara transparan oleh otoritas pasar modal Amerika sebagai bagian dari akuntabilitas dan transparansi emiten, aturan ini berlaku secara internasional,” ujar mantan pialang perusahaan asing ternama ini.

Jadi, lanjut Adi Hartono, dalam proses agreement HoA pengambilalihan 51 persen saham Freeport ini, tidak ada unsur kebohongan sebagaimana dituduhkan pengamat dan politisi.

“Perusahaan publik atau yang sudah listed dilarang keras melakukan perjanjian yang merugikan investor pemegang saham sehingga setiap agreement harus taat hukum dan tidak boleh dilakukan dengan niat menipu atau bohong,” ujar Adi.

Adi bisa membuktikan keseriusan pemerintah Indonesia mengambilalih saham Freeport. “Saya bisa paparkan bahwa efek dari pengambilalihan saham Freeport berdampak di bursa saham Amerika. Harga saham Freeport McMoran selaku pemilik mayoritas saham Freeport Indonesia anjlok atau terkoreksi,” katanya.

Kenapa harga saham Freeport McMoran terkoreksi? Karena, lanjut Adi Hartono, dengan adanya divestasi saham Freeport Indonesia yang dilakukan dengan pemerintah Indonesia, kepemilikan saham Freeport Indonesia oleh McMoran berkurang. Ini akan mengurangi potensi keuntungan dan aset Freeport McMoran.

“Jadi mana yang dikatakan bohong, tuduhan itu disebarkan orang yang tidak paham pasar modal, karena di dalam hukum pasar modal itu setiap corporate action pasti akan diketahui pelaku pasar dan investor, tidak ada yang ditutup-tutupi,” papar Adi.

Harga saham Freeport McMoran di Bursa Efek New York, per Kamis (12/7/2018) turun sebesar 0,4% dari pembukaan menjadi US$ 17,29 per saham.

Ini seiring dengan penandantanganan pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Freeport McMoran Inc dan Rio Tinto yang berlangsung hari itu juga.

Setelah penandatanganan, harga sempat naik ke level US$ 17,44 per saham. Meski perdagangan saham itu ditutup pada level US$ 17,29 per saham.

Adi mengatakan kesepakatan pemerintah Indonesia dan Freeport McMoran menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham Freeport-McMoRan Inc (FCX.N) yang tercatat di New York Stock Exchange.

Melansir Reuters, Jumat (13/7/2018), saham FCX.N pada perdagangan kemarin ditutup anjlok 7,68% dari penutupan perdagangan sebelumnya US$ 5.114 menjadi US$ 4.721.

Menurut mantan research analist perusahaan sekuritas asing ini, jika ditinjau dari sudut teknikal pasar modal maka kepemilikan pemerintah atas freeport 51 persen artinya RI memiliki kewenangan penuh atau menjadi pengendali dalam keputusan RUPS.

“Setelah pengambilalihan saham Freeport maka Indonesia kini menjadi pengendali Freeport, Inalum bisa melakukan pergantian pengurus (dewan direksi) dan pembagian deviden otomatis keuntungan deviden dari Freeport akan diterima oleh pemerintah RI,” pungkasnya.

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) (Persero), Freeport McMoran Inc, Rio Tinto akhirnya menyepakati nilai divestasi saham PT Freeport Indonesia. Kesepakatan ini dituangkan dalam perjanjian (Head of Agreement/HoA) yang ditandatangani, Kamis (12/7/2018).

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengakuisisi 51 persen saham PTFI dengan nilai US$ 3,85 miliar atau setara Rp 53,9 triliun (kurs Rp 14.000).

Dana ini dipakai untuk membeli hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Tinto di PTFI sebesar US$ 3,5 miliar.

Sisanya untuk membeli 100 persen saham FCX di PT Indocopper lnvestama, yang memiliki 9,36% saham di PTFI senilai US$ 350 juta. Sedangkan Freeport McMoran hanya mendapatkan US$ 350 juta.

Penyelesaian jual beli tersebut ditargetkan selesai paling cepat 30 hari atau maksimal 60 hari ke depan. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *