Dimunculkan Wacana Jadi Ketum PDIP, Jawaban Jokowi Tak Disangka

Presiden Jokowi justru mengusulkan generasi yang lebih muda untuk memimpin PDIP. "Banyak yang muda-muda. (Ada) Mbak Puan (Maharani), Mas Prananda (Prabowo)," ujar Jokowi, menyebut kedua anak Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Presiden Joko Widodo saat menuntun Ibu Megawati Soekarnoputri

Jakarta, EDITOR.ID,- Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) diusulkan mas Guntur Soekarnoputra menjadi suksesor Megawati Soekarnoputri untuk memimpin PDI Perjuangan. Putra sulung Presiden Pertama Indonesia Soekarno itu mengusulkan, jika Jokowi jadi Ketum PDIP, maka adiknya, Megawati Soekarnoputri, sebagai Dewan Pembina.

Sontak usulan Guntur menuai tanggapan dari banyak kalangan. Ada yang setuju dan ada yang tidak.

Lantas apa tanggapan Presiden Jokowi soal namanya didorong Guntur untuk menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri?

Jokowi sempat kaget mendengar pertanyaan itu. Ia mengatakan masih banyak kader PDIP yang lebih pantas, seperti Puan Maharani dan Muhammad Prananda Prabowo.

Menanggapi wacana tersebut, Presiden Jokowi mengaku ingin beristirahat setelah menuntaskan masa jabatan sebagai presiden. Ia berkata ingin pulang kampung.

“Belum. Saya mau pensiun pulang ke Solo,” kata Jokowi ketika ditemui usai Upacara HUT Ke-78 TNI di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (5/10/2023).

Presiden Jokowi justru mengusulkan generasi yang lebih muda untuk memimpin PDIP.

“Banyak yang muda-muda. (Ada) Mbak Puan (Maharani), Mas Prananda (Prabowo),” ujar Jokowi, menyebut kedua anak Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Puan Maharani, kelahiran 6 September 1973, diketahui merupakan Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI periode 2019-2024.

Prananda Prabowo, kelahiran 23 April 1970, saat ini sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif periode 2019-2024.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa trah keluarga Soekarno masih memiliki posisi yang kuat untuk menjadi ketua umum berikutnya.

“Ini dari bacaan arus bawah yang saya lakukan sebagai Sekjen DPP PDIP yang menempatkan Ibu Mega pada suatu posisi yang di dalam sejarah partai itu memang menjadi pengikat,” ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (3/10/2023).

Sebab, kata Hasto, PDI Perjuangan memerlukan figur yang kuat dan memiliki ikatan hingga kader tingkat bawah di masa transisi pemerintahan pada 2024 mendatang.

Hasto pun meyakini kriteria tersebut masih dimiliki Megawati dan keluarga.

“Kalau arus bawah tadi yang kami tangkap itu menempatkan keluarga Bung Karno sebagai ideolog, Bung Karno sebagai proklamator, dan Bapak Bangsa, sehingga partai ID itu salah satu strong poinnya itu memang dari Bung Karno,” jelasnya.

Dia menjelaskan, saat ini partai berlambang banteng moncong putih itu masih fokus mempersiapkan diri menghadapi Pemilu dan Pilpres 2024.

Adapun pergantian ketua umum PDIP akan ditentukan pada Kongres yang baru akan digelar pada 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: