Beberapa contoh ceramahnya itu membahas mengenai pentingnya jihad untuk mewujudkan kedaulatan negara Islam. Lalu, mengglorifikasi para ‘Jihadis’ di Afghanistan dan Suriah, pengharaman demokrasi, serta mengkafirkan mereka yang tidak sepaham.
“Setelah ditangkap, Abu Rusydan saat ini terus diperiksa secara intensif untuk lebih memperdalam berbagai pemikiran dan strategi yang dipersiapkan bagi Jamaah Islamiyah ke depan,” jelas Aswin.
“Sebagian teroris yang ditangkap seringkali dikenal sebagai penceramah agama dalam lingkungannya, namun pada dasarnya mereka adalah jaringan teroris, kita jangan sampai terkecoh,” tegasnya.
Diketahui, Abu Rusydan ditangkap oleh polisi pada Jumat (10/10) sore lalu di Perumahan Griya Syariah Babelan, Kabupaten Bekasi. Pada hari itu, Densus turut menangkap tiga tersangka teroris lain di kawasa Bekasi dan Jakarta.
Dari data yang dipublikasikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Abu Rusydan divonis bersalah dan harus dipenjara 3 tahun 6 bulan usai ditangkap 2004 lalu karena terlibat aksi bom Malam Natal. (Tim)