Bebani Rakyat, Aliansi Masyarakat Brebes Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Lebih lanjut Jepri mengatakan, jika BBM naik pastilah Ada beban pengeluaran bertambah, jarak kenaikan sebesar 30% untuk pertalite menambah beban perekonomian semua kalangan.

Brebes, EDITOR.ID,- Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Brebes akan menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Ajakan aksi tersebut tersebar melalui pamflet. Jepri Saputro Kordinator Aksi membenarkan adanya pamflet ajakan untuk melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.

“Terkait dengan adanya Berita yang beredar, pamlet-pamflet yang berisi ajakan untuk turun ke jalan kami nyatakan Benar Adanya,” ujar Jepri Saputro dalam keterangannya pada hari Minggu (4/9/2022)

“Kami dari aliansi masyarakat Brebes yang terdiri dari organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat lainya bersepakat untuk menggalang kekuatan, bagi rakyat semua kalangan yang terdampak kenaikan harga BBM Bersubsidi. Demi melawan kebijakan yang jauh dari amanat penderitaan rakyat,” lanjutnya.

Menurut Jepri, aksi demo ini digelar setelah melihat situasi kondisi bahwa pemerintah pusat melalui jajaran kementrian telah memutuskan kenaikan per Tanggal 3/09/2022 perihal kenaikan Harga BBM dari semula Pertalite Rp 7.650 perliter solar 5.150 perliter menjadi pertalite Rp 10.000 Perliter dan solar 6.800 Perliter.

“Bahwa dengan keputusan tersebut menurut kami, pemerintah pusat melalui jajaran kementrian telah berani melawan Amanat para pendahulu Bangsa pasca Indonesia Merdeka 77 tahun yang lalu,” katanya.

Yakni Cita cita UUD 1945 yang berbunyi Melindungi Segenap Bangsa Indonesia Terciderai oleh naiknya Harga BBM Bersubsidi.

“Ini Negara,bukan perusahaan yang melulu berbicara hanya pada Untung Rugi, Pemerintah Pusat selalu berdalih Kondisi Keuangan negara yang terus membengkak gara gara subsidi BBM, padahal Subsidi BBM adalah Bukti Nyata keberpihakan Rakyat semua Kalangan ( Tukang Ojek, Nelayan, petani, Salesman, dll) yang Sangat bergantung pada BBM” paparnya.

Lebih lanjut Jepri mengatakan, jika BBM naik pastilah Ada beban pengeluaran bertambah, jarak kenaikan sebesar 30% untuk pertalite menambah beban perekonomian semua kalangan.

“Apalagi status Pemerintah Pusat menyatakan Masih dalam usaha Percepatan Ekonomi Nasional pasca corona 2 tahun yang lalu,” katanya.

Terlebih Kabupaten Brebes yang nanti akan menerima dampak atas naiknya Harga BBM.

Karena Brebes masih ditetapkan sebagai Kabupaten termiskin di Jawa Tengah, tentunya masih banyak analisis yang lain yang tidak dapat ditulis karena pastilah dengan naiknya Harga BBM akan menimbulkan efek domino (rentetan penderitaan rakyat) khususnya di Kabupaten Brebes. (tim)