Settia

Banjir Kian Meluas Kembali Kepung Jakarta, Rindu Ahok?

Ilustrasi. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

EDITOR.ID, Jakarta,- Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (25/2/2020) dini hari WIB kembali menenggelamkan kota Jakarta dan sekitarnya. Luapan air kali ini meluas tak hanya ke kawasan yang selama ini jadi langganan banjir, namun tempat yang tidak pernah langganan pun menjadi terdampak.

Bawah Jalan Tol Cawang-Tanjung Priok Terendam Banjir setinggi dada orang Dewasa. (ist)

Sehingga banjir terjadi kesekian kalinya sejak awal 2020 ini merupakan terbesar sepanjang 5 tahun terakhir.

Banjir kali ini juga membuat warga marah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mereka kecewa karena tidak ada penanganan serius terhadap banjir. Terbukti baru Minggu (23/2/2020) kemarin rumah warga tenggelam…eehhh sehari kemudian rumah yang sudah dibersihkan dari lumpur kedatangan air lagi.

Warga perumahan Mutiara Sangraha Platinum Pulo Gebang, Jakarta Timur yang tak jauh dari Terminal Pulogadung panik saat air tiba-tiba dengan cepat masuk ke rumah. Tak sampai hitungan menit air sudah menggenangi rumah setinggi 40 centimeter atau setinggi betis orang dewasa.

Miler, salah satu Warga perumahan Mutiara Sangraha Platinum Pulo Gebang, Jakarta Timur mengaku kaget saat mengetahui air sudah masuk melalui celah pintu bahkan sudah naik setinggi 40 cm. Otomatis barang-barang penting terendam air.

“Saya bangun jam 5 pagi kaget melihat air sudah masuk dengan cepat, saya panik dan langsung menyelamatkan barang-barang, tapi sebagian barang penting tidak bisa diselamatkan. Padahal baru sehari kemarin rumah kami diterjang banjir, sekarang kejadian ini, ini gimana sih Pak Gubernurnya,” ujar Miler dengan nada jengkel.

Hal senada disampaikan Urbanisasi, salah satu warga perumahan tersebut. Pria yang berprofesi sebagai Advokat ini mengatakan banjir di Jakarta terjadi akibat ketidakmampuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengantisipasi kemungkinan Jakarta dilanda banjir. Anies tidak pernah memperhatikan upaya untuk pencegahan banjir.

“Kami jadi rindu dengan kepemimpinan pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, mantan Gubernur,red), beliau sangat komit dengan masalah banjir,” ujar Urbanisasi mengenang saat Ahok memimpin Jakarta banjir nyaris cepat surut.

Ahok, menurut Urbanisasi bekerja tidak seperti gaya Anies Baswedan. “Kalau pak Ahok bekerjanya mencegah sebelum terjadi, tapi kalau pak Anies, banjir sudah menenggelamkan rumah kami, dia baru muncul dan jalan-jalan melihat korban banjir,” keluh Urbanisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *