Amien Rais Diultimatum PA 212, Soal Penembakan Laskar FPI!

  • Bagikan
novel bamukmin dan amien rais
novel bamukmin dan amien rais

EDITOR.ID, Jakarta,- Hubungan harmonis antara politisi gaek Amien Rais dengan sekutunya Persaudaraan Alumni (PA) 212 mulai retak. Bahkan kini mengarah ke perseteruan yang kian memanas.

Gara-garanya Amien Rais membuat pernyataan yang menyebut bahwa secara kelembagaan Polri dan TNI tidak terlibat dalam kasus insiden penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

Pernyataan ini sontak membuat murka para petinggi PA 212 yang sedari awal menganggap penembakan enam laskar FPI diduga dilakukan oknum aparat.

Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin dengan suara lantang mengultimatum Amien Rais. Novel menyodorkan dua pilihan kepada tokoh berusia 77 tahun itu.

Mantan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini disuruh memilih: memberikan klarifikasi atas pernyataannya atau Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) laskar FPI dibubarkan.

Kebetulan Amien Rais adalah inisiator TP3 yang tim ini telah bekerja melakukan investigasi terhadap kasus penembakan enam orang laskar FPI.

“Amien Rais segera berikan klarifikasi kembali untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya atau TP3 dibubarkan saja,” tegas Novel sebagaimana dilansir dari JPNN, Sabtu (24/7) pagi.

PA 212, lanjut Novel meminta Amien Rais menyampaikan secara jujur fakta terkait insiden penembakan yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, 7 Desember 2020 dini hari.

Novel menyebut pernyataan Amien Rais bahwa tidak ada keterlibatan TNI-Polri secara kelembagaan dalam kasus itu, merupakan sebuah kebohongan.

Ditambah lagi Amien berstatus sebagai inisiator Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) laskar FPI, sehingga menurut Novel, pernyataan tokoh gerakan reformasi 1998 itu bermakna penting.

Novel pun menduga Amien telah mendukung tindakan berbau komunisme yang telah mengorbankan nyawa enam laskar FPI.

“Hanya komunis yang merelakan nyawa dan tidak ada harganya demi kepentingan politik,” tegas Novel.

Amien Rais sempat menyatakan bahwa secara kelembagaan Polri dan TNI tidak terlibat dalam peristiwa penembakan laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. (tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *