Settia

Amerika Kekurangan Monyet untuk Disuntik Vaksin Covid

EDITOR.ID, Jakarta,- Para peneliti di Amerika Serikat kebingungan karena monyet jenis rhesus yang dijadikan obyek suntikan vaksin Covid-19 jumlahnya terus berkurang. Padahal monyet ini menjadi salah satu sumber daya penting yang dibutuhkan para peneliti dalam tahapan menguji potensi vaksin Covid-19.

Selama ini Amerika mendapatkan pasokan ribuan monyet dari China untuk uji penelitiannya dalam rangka mengejar tenggat waktu untuk menemukan vaksin anti Corona. Namun tim peneliti yang sedang bekerja mendapatkan hambatan dengan makin minimnya jumlah pasokan monyet untuk disuntik Vaksin Corona setelah China menghentikan pasokan.

“Secara nasional, pada dasarnya ada kekurangan besar,” ujar Koen Van Rompay, ilmuwan penyakit menular di California National Primate Research Center, seperti dikutip Fox News, Rabu, (2/9/2020)

Penelitian primata di negara itu sudah mahal dan kontroversial, tapi pandemi Covid-19 berdampak buruk bagi bisnis yang berkaitan dengan hewan primata.

“Kami tidak dapat menemukan rhesus lagi. Mereka benar-benar menghilang,” kata Mark Lewis, CEO dari perusahaan riset kontrak Bioqual.

Monyet rhesus paling banyak digunakan dalam penelitian, menurut Pusat Penelitian Primata Nasional.

Kelangkaan pasokan hewan monyet bisa diindikasikan dengan fakta bahwa krisis virus telah menciptakan permintaan besar-besaran untuk hewan, ditambah dengan penurunan pasokan dari Cina, demikian dikutip The Atlantic.

Cina menyediakan 60 persen dari hampir 35.000 monyet yang diimpor ke Amerika Serikat tahun lalu, tapi menghentikan ekspor setelah Covid-19 melanda.

Lebih sulit lagi, monyet yang terinfeksi Covid-19 harus disimpan di laboratorium Keamanan Hayati Hewan Level 3, dan Amerika memiliki jumlah yang terbatas untuk laboratorium semacam itu.

Van Rompay mengatakan bahwa dirinya mendapat banyak telepon setiap minggu dari perusahaan yang ingin menguji perawatan Covid-19 di pusat penelitiannya di California, yang disponsori oleh National Institutes of Health (NIH). “Saya harus memberi tahu mereka, ‘Maaf, kami tidak diizinkan memulai penelitian Anda’,” tutur dua.

NIH sekarang memutuskan studi mana yang dapat menggunakan pusat primata nasional di bawah inisiatif publik-swasta yang disebut Accelerating Covid-19 Therapeutic Interventions and Vaccines, The Atlantic melaporkan.

Monyet terhitung sekitar 0,5 persen dari hewan yang digunakan dalam penelitian biomedis Amerika, tapi mereka biasanya berperan dalam langkah terakhir sebelum uji klinis pada manusia. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *