Settia

100 Dokter Gugur Lawan Covid, Ini Daftar Namanya

Ilustrasi

EDITOR.ID, Jakarta,- Sudah 100 dokter gugur dalam tugas merawat dan menyelamatkan pasien yang terinfeksi covid-19. Mereka sebagian besar tertular virus dari pasien yang dirawatnya. Sayangnya, meski beberapa hari terakhir ini Covid-19 makin mengganas dan jumlah penderita Covid-19 terus mencetak rekor harian, namun masyarakat kita seakan tak peduli.

Ungkapan duka cita dan pita hitam berdatangan dari warganet saat beredar daftar nama 100 dokter yang meninggal dunia di media sosial. Ucapan keprihatinan disampaikan berbagai pihak di media sosial karena jumlah dokter yang gugur telah menembus 100 dokter.

Salah satunya datang dari Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Pendiri Partai Gelora ini menginformasikan kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bahwa malam tadi dr Erwin Marpaung meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Dengan demikian, kata Fahri, hingga kini sudah 100 orang dokter yang wafat. Fahri juga meminta Menkes untuk berbuat sesuatu menyikapi kondisi ini.

“Menteri @KemenkesRI Yth, semalam satu lagi dokter berpulang karena covid, dr Edwin Marpaung SpOT (teman sekelas istri saya di FKUI). Genap 100 orang dokter yang gugur sampai saat ini. Cobalah berbuat sesuatu. Krisis ini berbahaya jika menciutkan nyali paramedis kita. @jokowi— #2020ArahBaru (@Fahrihamzah) August 30, 2020,” tulis Fahri melalui akun Twitternya @Fahrihamzah, Senin 31 Agustus 2020.

Dalam cuitannya di akun Twitter @Fahrihamzah, Fahri meminta Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Terawan melakukan suatu hal dalam penanganan Covid-19, sekaligus pencegahan agar kematian dokter tidak terulang.

Fahri memandang, penyebab kematian para dokter beserta tenaga medis bukan hanya karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid, melainkan karena Covid-19 itu sendiri yang hingga kini belum diketahui sepenuhnya.

“Pak @jokowi yth, Mohon perhatian atas keselamatan dokter dan paramedis. Mereka wafat bukan saja karena comorbid. Tapi karena virus ini masih misterius sebagiannya. Kemungkinan jenis virus ini ada yang ganas sekali. Dokter-dokter termasuk yang muda berguguran @KemenkesRI,” cuitnya.

Sementara itu, analis data sekaligus salah satu inisiator Pandemic Talks Firdza Radiany juga mengingatkan hal yang sama. Di mana berdasarkan data dari Maret sampai Agustus 2020 sudah ada 100 orang dokter meninggal.

Dalam unggahannya di akun Twitter @firdzaradiany, Ia merinci berapa dokter yang meninggal setiap bulannya.

Pandemic Talks melihat sekitar 59,3 persen dokter meninggal berada pada usia lanjut, dan 40,7 persen berada di usia kurang dari 50 tahun. Kasus kematian dokter juga banyak terjadi pada dokter umum, yakni 54,7 persen, sementara dokter spesialis 45,3 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *